Sudah lama sekali penasaran dengan kawasan pecinan di Jakarta, mengingat begitu banyak teman saya yang keturunan Cina. Ini bukan rasis ya, aku justru banyak berteman akrab dengan mereka. Dan, aku cukup kepo dengan kebudayaan mereka, menurutku, unik. Tapi, apa daya setiap aku ngajak teman untuk mengunjungi Glodok mereka bakalan bilang, “Mau ngapain sih, Ti di Glodok?”.


Kalian tahu, aku cukup bahagia dengan hidupku. Keluargaku adalah yang terbaik yang paling aku syukuri, dan teman-temanku adalah yang paling seru yang aku punya.

Mama papa, selalu nggak tega kalau anaknya pindahan sendirian. Dari kota ke kabupaten, mereka tetap aja bantuin anaknya ini pindahan. Jauh-jauh dari Jakarta, mengerahkan seluruh pasukan, buat bantuin angkutin barang anak kos ini.

Mbak Titi dan Jogja adalah sesuatu yang agak asing kalau harus terus tak bertemu. Iya, aku paling hobby jalan-jalan ke sana. Makanan, budaya dan alamnya adalah yang paling pas untuk selalu dirindukan.



Senyum-senyum liat foto-foto album kenangan waktu dulu ke Bali. Inget banget, anting pernah dirampas monyet di Sangeh. Terus masih nggak lupa, main ke rumah temen mama yang anaknya seumuran aku, namanya Dayu tapi ini perempuan ya, dan banyak banget anjing di jalanan. Masih nggak lupa juga nginep di Hotel Sanur yang di baliknya langsung pantai.


Sesuai janjiku ke kalian ya, ini aku lanjut ceritaku Day 2 di Jepang, aku mah aapa tuh ya, nggak bisa cerita sedikit-sedikit, day 2 aja mesti jadi 2 part. But, I promise this is my last part in day 2.

Setelah melewati hari yang panjang, Sabtu lalu seharian di Osaka, muter-muter Umeda Sky Building, jalan-jalan malam di Dotonburi dan akhirnya kita tepar di kamar sempitnya Zipang, cerita masih belum usai, masih ada 11 hari lagi. Dan ini adalah cerita di hari kedua kami, aku dan Leni di Osaka, Jepang.

Okelah, ini saatnya membayar hutang saya ke kalian, bercerita tentang perjalanan akhir tahun lalu. Again, aku buat info sedikit untuk mengingatkan kalian, akhir tahun lalu saya berdua sahabat tercinta, ternyebelin, terngeselin terngangenin si Lenifebri. Kami berjalan full 12 hari, 8 hari Jepang, 4 hari Korea.