Sudah sekian lama nggak jalan jauh, sepulang dari perjalanan 2 minggu, Jepang-Kore, akhir 2017, aku pribadi ada rasa jengah jalan jauh. Mungkin mamang benar, yang namanya jalan-jalan 1 minggu tuh udah paling puas, karena begitu memasuki minggu kedua, terbang dari Jepang ke Korea kita berdua mulai merasa lelah dan kangen Indonesia, pengin pulang.


Suatu sore di rumah Mama.

“Mbak, masak kek. Udah jarang pulang nggak pernah masak lagi.”

Gerutu si adik yang sore itu sepertinya kelaparan, aku pusing bukan kepalang. Bukannya nggak mau masak, tapi emang nggak bisa masak akunya tuh. Sekonyong-konyong aku cari-cari resep sana-sini dari search Cookpad sampai berselancar di Google Search.


Tadi pagi terjadi perbincangan halusinasi paling menyenangkan di kantin kantor.

“Ti, kapan lo nikah? Buruan lah dicari partnernya.” Yang sudah tidak muda lagi dan belum nikah paham betul lah ya, nyebelin banget ditanya begini pun. Dia penasaran? Lah kita yang ditanya lebih penasaran lah.

Sambil ketawa-ketiwi aku mencoba menjawab dengan santai, padahal hati dongkol, “Yah, kalau nggak Sabtu, palingan Minggu.”



“Ponsel sekarang canggih-canggih ya, Ti.” Kata si Papa selesai browsing-browsing di Google.

“Iya, Pa. Yang bagus banyak, tapi yang bagus dan murah ini yang masih langka. Kebanyakan kalau yang murah, kualitasnya pun begitu.”

“Lagi, kamu ada-ada aja, ada barang ada rupa.” Kata si Papa, sambil berlalu lanjut main sama si Jeko, Jalak Bali kesayangannya.



Kalian pernah merasa sangat rindu pada seorang teman? Yang biasanya selalu kemana-mana bereng, tiba-tiba harus pisah dan punya dunia masing-masing. Rasanya aneh, sungguh, tapi bukan Titi Leni namanya kalau menyerah begitu saja sama keadaan. Kita emang jadi nggak selengket dulu semenjak aku kerja di BSD, sering ke Cibubur tapi bukan buat ketemuan, aku punya keluarga yang harus aku temani setelah seminggu di kota orang.

Belum lagi beberapa kegiatan blogger yang bikin kita jadi cukup sulit cari waktu buat sekedar main. Bukan malah berantem terus nggak temenan lagi donk, kita justru cari solusi. Kita mengasingkan diri, sejenak lari dari rutinitas yang dengan sadis memisahkan. Malam itu, dengan sembrono kita memutuskan cus ke Bandung tanpa alasan dan tujuan yang pasti. Beli tiket aja dulu, yah gitulah kita mah, gimana nanti aja.



Kebetulan akhir tahun lalu, aku berdua sahabat ternyebelin tapi ngangenin, si Leni Frebriayanti akhirnya berhasil menintaskan 1 mimpi buat jalan berdua yang lama. Bener aja lma banget, 2 minggu tepat kita traveling ke Jepang dan Korea. Untuk semua detailnya aku udah banyak nulis kok, dari mulai visa jepang, visa korea, ittenerary perjalanan, hari pertama dan kedua juga sudah done aku bagi di blog kesayangan ini.



 

Zaman sudah berubah, begitupun anak mudanya, begitupun kamu, eah. Kalau zaman Milea dan Dilan, cukup telpon koin dan bisa kring sudah bahagia. Tapi sekarang, mana cukup kan? Sekarang zamannya segala informasi didapat dengan sangat cepat dengan koneksi internet yang tanpa lag, lancar jaya kayak di jalan raya jam 3 pagi.