Okelah, ini saatnya membayar hutang saya ke kalian, bercerita tentang perjalanan akhir tahun lalu. Again, aku buat info sedikit untuk mengingatkan kalian, akhir tahun lalu saya berdua sahabat tercinta, ternyebelin, terngeselin terngangenin si Lenifebri. Kami berjalan full 12 hari, 8 hari Jepang, 4 hari Korea.


Kalian pernah punya mimpi ingin pergi ke Jepang? Merasakan sensasi jalan-jalan di Jepang, belanja di Jepang, foto-foto, kulineran? Bebas ya, namanya juga mimpikan?

emeron hair care

Setiap wanita di muka bumi ini punya mimpinya masing-masing, termasuk aku. Kami wanita, dengan berbagai keterbatasan tetap punya mimpi yang besar. Mimpi menjadi anak kebanggaan orang tua, mimpi punya karir dan prestasi yang luar biasa, mimpi jadi yang berguna untuk sekitar dan lain sebagainya.

“Dek, ada Skippy nih. Enaknya dibikin apa ya?” Tanya mbak Titi ke si adek.

“Ah Skippy mah diolesin di roti tawar juga udah enak, kan emang Skippy-nya udah enak.”

Kadang si adek suka bener uga kalau ngoceh. Tapi, kan, sayang skill masakku yang enggak seberapa ini masa enggak dilatih.



Ini berawal dari hari itu, saat aku sungguh bingung cari hadiah buat seorang teman. Sudah sangat bosan sama yang itu-itu aja, yang ini-ini lagi, pengen yang beda, pengen yang lain. Tapi, selayaknya seorang anak muda kebanyakan acara, aku enggak punya cukup waktu untuk mempersiapkan segalanya.



Percakapan Telegram grup (TrioBaper)  sepulang dari Bintan.

Yuan (Y) : Eh, Jepang, yuk.
Leni (L)  : Yuk, bertiga lagi.
Aku (A)   : Ah, males. Gue izin enggak ikut yak.

Postingan ini adalah tindak lanjut dari postingan Pulau Penyengat tempo hari. Jadi, sebenarnya tujuan utama kami adalah Pulau Bintan, yang pasti namanya sudah lebih tenar. Ada apa di Pulau Bintan ini? Ada banyak, yang pastinya kenapa kita ke sini adalah karena ada si Yuan di sini yang membuat kita tergiur untuk nyusul.