Tadi pagi terjadi perbincangan halusinasi paling menyenangkan di kantin kantor.

“Ti, kapan lo nikah? Buruan lah dicari partnernya.” Yang sudah tidak muda lagi dan belum nikah paham betul lah ya, nyebelin banget ditanya begini pun. Dia penasaran? Lah kita yang ditanya lebih penasaran lah.

Sambil ketawa-ketiwi aku mencoba menjawab dengan santai, padahal hati dongkol, “Yah, kalau nggak Sabtu, palingan Minggu.”



“Ponsel sekarang canggih-canggih ya, Ti.” Kata si Papa selesai browsing-browsing di Google.

“Iya, Pa. Yang bagus banyak, tapi yang bagus dan murah ini yang masih langka. Kebanyakan kalau yang murah, kualitasnya pun begitu.”

“Lagi, kamu ada-ada aja, ada barang ada rupa.” Kata si Papa, sambil berlalu lanjut main sama si Jeko, Jalak Bali kesayangannya.



Kalian pernah merasa sangat rindu pada seorang teman? Yang biasanya selalu kemana-mana bereng, tiba-tiba harus pisah dan punya dunia masing-masing. Rasanya aneh, sungguh, tapi bukan Titi Leni namanya kalau menyerah begitu saja sama keadaan. Kita emang jadi nggak selengket dulu semenjak aku kerja di BSD, sering ke Cibubur tapi bukan buat ketemuan, aku punya keluarga yang harus aku temani setelah seminggu di kota orang.

Belum lagi beberapa kegiatan blogger yang bikin kita jadi cukup sulit cari waktu buat sekedar main. Bukan malah berantem terus nggak temenan lagi donk, kita justru cari solusi. Kita mengasingkan diri, sejenak lari dari rutinitas yang dengan sadis memisahkan. Malam itu, dengan sembrono kita memutuskan cus ke Bandung tanpa alasan dan tujuan yang pasti. Beli tiket aja dulu, yah gitulah kita mah, gimana nanti aja.



Kebetulan akhir tahun lalu, aku berdua sahabat ternyebelin tapi ngangenin, si Leni Frebriayanti akhirnya berhasil menintaskan 1 mimpi buat jalan berdua yang lama. Bener aja lma banget, 2 minggu tepat kita traveling ke Jepang dan Korea. Untuk semua detailnya aku udah banyak nulis kok, dari mulai visa jepang, visa korea, ittenerary perjalanan, hari pertama dan kedua juga sudah done aku bagi di blog kesayangan ini.



 

Zaman sudah berubah, begitupun anak mudanya, begitupun kamu, eah. Kalau zaman Milea dan Dilan, cukup telpon koin dan bisa kring sudah bahagia. Tapi sekarang, mana cukup kan? Sekarang zamannya segala informasi didapat dengan sangat cepat dengan koneksi internet yang tanpa lag, lancar jaya kayak di jalan raya jam 3 pagi.


Berhubung saya bukan penipu apalagi pembohong, jadi kali ini saya akan menepati janji ke kalian.  Setelah postingan sebelumnya saya ngoceh-ngoceh tentang berbagai Sushiyang pernah saya jamahi, sekarang saya mencoba membahas yang paling membuat saya takjub dan wothed dari sekian banyak tempat.


Selamat berjumpa setelah cukup lama tak saling sapa, hai kalian pengunjung blogku yang entah seberapa setianya. Maafkan aku yang sok sibuk dan sok laris ini. Iya, jadi begini, kenapa sekarang Mbak Titi agak jarang posting?