Tadi pagi terjadi perbincangan halusinasi paling menyenangkan di kantin kantor.

“Ti, kapan lo nikah? Buruan lah dicari partnernya.” Yang sudah tidak muda lagi dan belum nikah paham betul lah ya, nyebelin banget ditanya begini pun. Dia penasaran? Lah kita yang ditanya lebih penasaran lah.

Sambil ketawa-ketiwi aku mencoba menjawab dengan santai, padahal hati dongkol, “Yah, kalau nggak Sabtu, palingan Minggu.”