Backpacker Jepang Korea Day 2 (Osaka Castle) Part 1


Setelah melewati hari yang panjang, Sabtu lalu seharian di Osaka, muter-muter Umeda Sky Building, jalan-jalan malam di Dotonburi dan akhirnya kita tepar di kamar sempitnya Zipang, cerita masih belum usai, masih ada 11 hari lagi. Dan ini adalah cerita di hari kedua kami, aku dan Leni di Osaka, Jepang.

Menurut ittenarary yang sudah kita buat susah payah, harusnya kita hari ini jalan ke Kyoto, berangkat jam 6.30 pagi waktu Osaka dari Zipang. Tapi, balik lagi manusia hanya berencana dan Allah yang menentukan akan terjadi seperti apa. Kami tertidur sangat nyenyak, dan terbangun dengan kaget melihat jam di hape sudah menunjukkan 07.00. Bukan, kami sama sekali tidak bergegas, malahan kita berdua ketawa sambil pandang-pandangan, romantis ya.

“Gimana ini beb?” Kataku, sambil nyengar-nyengir ke si Leni.
“Yaudahlah, kita solat dulu, terus mandi, baru kita pikirin enaknya gimana?”

Akhirnya kita berdua bergantian sholat, mandi kemudian dandan seadanya tapi tetap harus cetar, maklum kita kan beauty blogger wannabe, amin. Setelah cantik, kami berdua berunding dengan takzim dan memutuskan untuk mengganti rute ke tempat yang mungkin dijangkau dengan keadaan kesiangan semacam ini.

“Yaudah, jadi fix ya, kita habis ini makan dulu, bikin mie goreng sama energen. Abis iitu kita langsung lanjut ke Osaka Castle, nah dari stasiun di Osaka Castle ini kita bisa langsung lanjut ke Nara.” Kata gue, sambil mencatat ittenerary baru kita.

Semua berjalanan dengan lancar, mie goreng masuk perut dengan aman, energen pun iya. Kemudian perjalanan dari Shin-Imamiya ke Osaka Castle juga tidak terlalu jauh, dan alhamdulillah semua berjalanan sesuai rencana.

Osaka Castle


Begitu keluar dari stasiun, aroma castle sudah tercium sangat kuat, bahkan sebelum sampai ke Osaka Castle kami melewati taman dengan satu rumah adat Jepang yang sangat besar, sepertinya ini museum, tapi kita tidak berniat untuk masuk, no budget again. Kita berdua kan irit bin medit, jadi kalau bisa ke tempat yang gratis kita akan memilih ke sana, hahaha.

Tapi, taman ini tidak boleh dilewatkan begitu saja, suasananya yang membawa kita ke suana Jepang tempo dulu berhasil membuat kita mengeluarkan kamera dan mulai bergaya, cekrak-cekrak di sini, ini membahagiakan.

Oia, pagi itu kita masih lumayan norak sama udara di bawah 15o C, udara hari itu lumayan dingin sekitar 9o C. Kebayang pas pagi-pagi kita buka jendela kamar hotel yang hangat, brerrrr udara dingin masuk, rasanya kaya kita buka freezer kulkas di rumah. Karena masih cukup norak, maka aku memutuskan pakai baju 3 lapis, takut kedinginan. Agak menyebalkan sih mengingat hasil foto yang jadi mirip ondel-ondel saking besarnya, dari pada kedinginan di jalan kan.


Oia, balik lagi taman tempat kita keluar stasiun sebelum kita sampai Osaka Castle, ini bisa banget di eksplore lebih. Seandainya perjalanan kita hari itu, bukan kali pertama kita pakai kamera. Si Leni yang baru H min sekian hari sebelum berangkat memboyong mirrorless m3nya dan gue yang baru H min 3 pinjam kamera DSLR 1100 ini ke si Ardi. Jadi kebayang ya, kita setting supaya cahaya yang masuk pas, gambar nggak blurr aja bisa setahun sendiri. Ini menyebalkan sungguh.

Tapi, bukan Titi Leni kalau menyerah, kita terus cekrak-cekrek nggak peduli hasilnya gimana, bismillah aja semoga bagus, udah gitu aja, halah. Setelah merasa sudah punya foto yang lumayan, kita lanjut jalan ke Osaka Castle, nggak jauh kok, tinggal nyebrang jalan dan sampai. Eh, nggak semudah itu sih buat kita yang baca map aja pusing, ini google map bener-bener, tetiba jadi sahabat dekat yang kadang kurang bersahabat.


Setelah kami bingung dan akhirnya malah memutuskan buat ngikutin orang-orang pada jalan, sambil meraba-raba petunjuk dari google map. Akhirnya kami melihat semacam castle kuno besar dari kejauhan, dan benar saja begitu di dekati di depan danau atau mungkin kali, entahlah pokoknya ada air, haha. Di depannya persis tampak semacam peta di Osaka Castle. Ok, paling nggak kita tidak sedang nyasar. Di taman-taman, jalan menuju jembatan sebelum ke gerbang Osaka Castle ini, tampak banyak penduduk lokal yang sedang bersepeda atau lari-lari bersama hewan peliharaan mereka, a.k.a anjing, yang sebenarnya lucu, tetap saja mengerikan buat aku.

Kita melewati jembatan super lebar dan besar menuju gerbang besar menuju Osaka Castle, yang ternyata dari sana masih harus jalan jauh lagi. Terus melewati beberapa museum dan kuil sebelum akhirnya ketemu gerbang kedua yang benar-benar menuju castle, mayan juga jalannya ya Allah.



Nah, sebelum gerbang yang kedua ini, mulai nampak penjual matcha ice cream yang katanya wajib banget dicoba kalau kita ke Osaka Castle. Kami pun ikutan beli, dan kami agak kesal mengingat ternyata harganya mahal sekali 400 yen untuk seonggok ice cream. Jadi mahal lah, orang kita cuma siapin budget buat apapun yang masuk perut sehari 1000 yen, gak boleh lebih.


Berhubung sudah dipakai 400 yen, maka kami harus sangat irit sampai malam, nggak boleh banyak jajan, catet. Rasanya, enak, matcha sekali, ya iyalah lah wong yang dipesan vanilla matcha flavor, masa rasa coklat. Eh, tapi asli deh, enak, dan Osaka Castle banget. Jadi orang-orang tuh kalo ke sini, selalu foto sama ice cream di depan castle-nya, Jadi, kita beli tuh demi buat kebutuhan foto, dan kita nyesel beli 400 yen, karena nggak kenyang, maklum kita quantity oriented banget.

Sambil ngedumel kita mulai bete, “Tau gitu beli satu aja buat berdua ya, beb, yang penting kan ada properti foto, gini doang 400 yen.”

Okelah, kami memang super irit urusan makanan, soalnya kan kita pengen banget jajan lagi di Dotonburi, lah ini cuma tinggal sisa 1200 yen sampe malam, belum buat makan siang nanti di Nara.


Dengan ice cream 400 yen di tangan kami melangkah masuk ke gerbang kedua menuju Osaka Castle, dari sini Osaka Castle mulai terlihat dengan jelas. Terdapat museum sangat besar yang bentuknya seperti benteng tepat sebelum castle. Warnanya coklat, sesungguhnya aku penasaran, tapi masih tetap keukeuh dengan slogan irit bin medit, jadi kami nggak masuk.


Tepat di depan istana terdapat taman dan pelataran yang sangat luas, banyak terdapat burung dara yang berjalan dan berterbangan bebas di area ini. 



Ditambah lagi dengan beberapa pengamen yang menunjukan kebudayaan jepang, dari mulai menggunakan kostum kerajaan, sampai ada yang sulap juga, suasana di pelataran ini super seru dan asyik banget buat duduk cantik di sebelah mas ganteng, kami betah.


Setelah lama menikmati suasana di pelataran Osaka Castle kami mulai jalan muter-muter, jalan ke arah belakang castle, melipir ke taman-taman di pinggiran, tempat ini indah. Takjub, kita berada di sini, berasa dibawa ke Jepang pada zaman itu.




Setelah dirasa harus melanjutkan perjalanan, mengingat dari sini ke Nara masih memakan waktu hampir 1 jam, kalau kita nggak nyasar, kami pun memutuskan meninggalkan Osaka Castle sekitar jam 12 siang waktu Osaka, dengan hati yang ikhlas, halah.

Ada apa aja sih di Nara? Kenapa harus ke Nara? Abis dari Nara kita kemana? Langsung pulang kah? Nggak dong! Kita kan nggak mau rugi, jadi nantikan cerita selanjutnya dari Titi Leni. Wait ya..


31 komentar:

  1. Ini mau dibikin berapa part? Kalo satu hari satu part berarti masih ada 10 part lg donk 😅

    BalasHapus
  2. msh ada 11 lagi. hahahahahaha. pokoknya smpe mabok bacanyaa. hhi

    BalasHapus
  3. Terus kelanjutannya makan sepiring berdua begitu sama Beb Leni?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ihhh gak donk, kita dsna g prnh mkan pke piring. hha

      Hapus
  4. Ups...masih berlanjut ya ceritanya... Ok ditunggu

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak msh ada 11 part lagi lelah g tuh mbak nnti bacanya. hhi

      Hapus
  5. Ups...masih berlanjut ya ceritanya... Ok ditunggu

    BalasHapus
  6. Mantap Mbak backpakeran. Aku kepo total budgetnya habis berapa? Kalau mayan selisih sama travel agent jadi pingin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. boleh mbak email k aku aja klo mau tanya budgetnya. hhe

      Hapus
  7. Mantap banget dah, gw juga pengen ke kyoto gara-gara nonton samurai X wkwkwk.

    BalasHapus
    Balasan
    1. tapi ini gw blm cerita yg k kyoto day. Sabar yaaa... day 3 k kyoto yang penuh drama

      Hapus
  8. Lanjutkan ceritanya, Mbak! Doakan saya bisa napak tilas perjalananmu

    BalasHapus
  9. Wahh asiik ada cerita di Jepun.
    Aku bakalan mampir lg nih saat aku udah mau brgkt nanti :)

    Baca kayak gini serasa baca novel deh :))

    Minta itinnya doong :)

    BalasHapus
  10. Sungguh tak mampu menahan gemas liat anak kecil ituu.. ^^

    BalasHapus
  11. Sungguh tak mampu menahan gemas liat anak kecil ituu.. ^^
    cutee..

    BalasHapus
  12. impian negara yg wajib dikunjungi dan sampai skrg blm terwujud. Smg hbs baca ini jd tertarik hahaha

    BalasHapus
  13. Wah Jepang, kapan ke bise jalan2 ke Negeri Sakura nih. Amin...

    BalasHapus
  14. Kamu keren sekali mba, ku juga ingin backpackeran traveling

    BalasHapus
  15. seneng kalau ada yang jalan-jalan dan ceritanya detail, jadinya kita yang ingin kesana bener-bener punya gambaran sendiri... ditunggu cerita lainnya

    BalasHapus
  16. Luar biasa titi. Kamu idoalque. Ughhh.. hehe next mau traveling ke mana lagi ti??

    BalasHapus
  17. weh...weh... jalan-jalan asyik, foto-fotonya juga bagus nih mbak...

    BalasHapus
  18. kapan ya ku bisa jalan jalan ke korea.. jd pengen

    BalasHapus
  19. ya Allah kapan ya aku bisa ke negeri Impian aku ini. Hehehe asyik ih perjalanannya. Aku pengen juga lho backpakeran gitu, semoga Allah ijabah. Amin

    BalasHapus
  20. saya jadi mupeng mau ke Jepang juga.... doakan bisa segera menyusul yaaa :)

    BalasHapus
  21. Pengin ke Jepang and Korea, smoga diringankan langkah

    BalasHapus
  22. Harus nabung nih aku jadi pengen ke Jepang dan Korea juga baca ini

    BalasHapus
  23. duh perjalanannya seru banget mbak, asyik ya bisa ke Jepang.btw mas2 gantengnya beneran bikin gagal fokus yak hahaha

    BalasHapus
  24. Mau dong es krimnya. Hbs makan es krim brarti puasa dong setengah hari ��, biar irit ����

    BalasHapus
  25. hahaah #ngakak pas bagian nyolong foto babang ganteng. Anyway, seru ih. Ditunggu kelanjutannya.

    BalasHapus
  26. asik banget sih ngikutin cerita mba titi ini. setia menunggu part berikutnya ya mba

    BalasHapus
  27. wah, keren jalan2nya...itu babang gantengnya bikin gagal fokus.
    masih ada lanjutannya nih, baiklah aku tunggu

    BalasHapus