Suhay Salim, Beauty Vlogger Panutanku


Selamat pagi dari ketinggian sekian MDPL, di atas kursi empuk AirAsia X, 2 jam lagi menuju Osaka, Jepang. Pagi ini saat matahari malu-malu muncul di antara gumpalan awan aku terkesiap terbangun dengan muka bengep khas orang bangun tidur. Kalo kata lagu zaman old, waktu aku kecil dulu, "bangun tidur kuterus mandi, tidak lupa menggosok gigi". Tapi kegiatan ku pagi ini, bangun tidur oles-oles kapas penuh Bioderma, kemudian langsung dilanjutkan dengan meratakan  Shooting Gel Aloe Vera ke seluruh wajah
sumber dari YouTube
Ini ajaran siapa sih begini?? Ini adalah ajaran seorang beauty vlogger terheboh, ter-uwaw, terSuhaylah, siapa lagi kalau bukan Suhay Salim.

Google zaman now kalau kita ketik Suhay, pencarian pertama paling atas pasti bakal jadi Suhay Salim. Aku sendiri menggandrungi video-video dia sejak dahulu kala, sejak si mbak ini masih cuma sangat fokus sama eyeshadow, sejak followernya masih 1K, sejak kalau aku sebut namanya temen ku cuma  bilang "hah, siapa??", sampai sekarang disaat nama Suhay Salim mulai sejajar sama jajaran beauty vlogger yang lebih senior, macam Lizzie Parra.

Sebenernya apa sih yang membuat aku enggak bisa meninggalkan video-video Mbak Suhay ini?? Sejujurnya, aku ini bukan wanita yang sangat paham make up, apa lagi jago make up-an, sama sekali bukan. Cuma aku memang suka dan cinta sekali sama pengetahuan di dunia make up ini, menarik, ajaib. Saat muka orang bisa berubah hanya dengan teknik mewarnai kelopak mata. 

Hal yang paling ngangenin kalo Suhay lama meninggalkan layar YouTube, alias lama engga posting adalah, teriakan super alay, "Hellow wellcome back to my channel..", kemudian bla-bla dengan gaya ngomong dia yang macem orang sakau. 

Kadang aku sering nonton video dia lebih dari sekali di waktu yang sama, cuma karena di nonton pertama sibuk ketawa sama geleng-geleng doank liat kelakuan dia, baru nonton yang kedua lebih fokus dan khusyuk sama materinya, yang ternyata sangat penting tapi dibawakan dengan cara yang tidak penting. Kak Suhay, aku padamu. 

Suhay nih engga jarang banget mengakui ke"pintar"an dia dengan jujurnya, semacam, "yah si goblok..", kemudian garuk-garuk kepala dan minta maap, dan menjadi bagian yang paling ngangenin banget buat disimak, hahahaha.
 
Dari dunia eyeshadow yang warna-warnanya pas awal aku pikir enggak bisa dipakai, tapi malah jadi cakep banget di tangan dia, sampai kemudian banyak bikin one brand tutorial, beberapa kali isi vlog juga rada enggak penting, macem Q 'n A, apa aja isi tas dia, yang kalau kalian lihat pasti bakal kasihan. Kondisi tasnya Astaghfirullah, dan masih dipertahanin. 

Sejujurnya, aku sangat menikmati juga tiap-tiap video engga mikir dia, ini yang bikin aku sebagai penonton (sedih jadinya kalo sadar cuma penonton), langsung merasa jadi saudara, teman akrab, sahabat karib, saudara kandung dan bebagai pernyataan kedekatan emosional yang semacam itu. 

Suhay ini terbuka banget, jujur banget, apa adanya banget, ngangenin banget. Belakangan jadi makin cinta sama dia semenjak dia mulai mengeksplore dunia skin care, dari yang awalnya aku enggak tertarik sama sekali sama skin care, sampai sekarang aku jadi gadis-gadis rindu masker.

Hasil keseringan nontonin Suhay.
Aku yakin yang kena racun masker mbak ini bukan cuma aku, banyak pastinya. Terbukti dengan susahnya mencari masker Freeman di SG dewasa ini, berkat YouTube-er yang merangkap marketing Freeman tanpa bayaran ini. Aku aja yang enggak tahu apa-apa, yang belum kenal sebelumnya sama mas Freeman ini, sekarang tetiba jadi jatuh cinta, jadi obsesi ingin memiliki, halah. 

Usahaku untuk memboyong berbagai produk hasil racunan mbak ini juga tidak bisa terbilang mudah. Dari mulai segala acara nitip ke temen yang lagi ke SG, dengan terpaksa harus belanja online (padahal sejujurnya aku paling males belanja online), sampai beberapa aku harus beli pas liburan ke Jepang sama Korea ini. Padahal sebelumnya, tertarik juga enggak sama segala macam skin care yang menurutku harganya sering enggak masuk akal. Sebelumnya, aku lebih rela merogoh kocek dalam-dalam untuk make up, cuma belakangan prioritas mulai bergeser ke skin care, ini lagi-lagi karena kamu mbak.

Ditambah, segala racuracun ocehanmu itu juga ternyata work well di muka ku yang super sensitif kaya hati aku ini. Bahkan, hasilnya bisa banget nyaingin perawatanku di sebuah klinik kecantikan yang antriannya lebih mencekam dari pada nonton Film Pengabdi Setan sendirian malem Jumat, halah berlebihan si Titi ini.

Sampai sekarang masih sangat takjub setiap inget betapa Suhay mampu merubah dunia ratusan ribu anak gadis di luaran sana. Merubah hubungan mereka dengan puluhan macam masker, dari yang awalnya unfriend jadi in a relationship. Mbak Suhay, mulut mu itu loh, ratjun doenia.

Apa jadinya hari-hari aku tanpa video-video gila mu yang selalu ku tunggu. Mbak ini kalau ngomong emang suka agak gesrek, agak ngaco dan terdengar tidak meyakinkan, tapi sungguh tontonlah video dia saya berani jamin tetap memberi faedah untuk kesehatan wajah dan kesehatan jiwa.

Mbak Suhay terima kasih sudah mewarnai dunia kami, para wanita pecinta ocehan mu. Jangan berhenti ngoceh depan kamera kamudian upload di YouTube yah, aku padamu, aku untukmu, kalo viewermu cuma satu, itu pasti aku.

5 komentar:

  1. Kok aku nggak pernah nonton vlognya beauty blogger, ya? Gak gaul, ya? Hihihi... nanti deh coba kapan2 kutonton.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, kamu benar-benar, Mbak. HAti-hati nanti kalalu nonton, takutnya ketagihan. Hehe

      Hapus
  2. Dan aku jadi tau Suhay gara-gara kamu, Ti hehe

    BalasHapus
  3. Terima kasih titi sudah meracuni saya nonton.. wkwkw..

    BalasHapus
  4. Saya juga tim #TerSuhayilah haha, nonton beliau terus

    BalasHapus