Eat

Brownies Cinta, yang Paling Bikin Penasaran!

Januari 09, 2018



Selamat siang dari riuh deru mesin bus kota yang penuh sesak, berbagai aroma lelah bercampur jadi satu. Saat suasana kurang asyik seperti ini, seorang teman berbicara tentang Brownies Cinta asal Karanganyar, Solo. Dasar memang aku yang gak bisa diajak ngomongin makanan, langsung OTW searching di hashtag instagram. Sudah bukan rahasia umum anak muda zaman now, lebih suka searching lewat Instagram.

Setelah gambar kaca pembesar di ujung kanan di-click, akhirnya saya sampai di account instagram @browniescintabekasi. Kemudian, saat seru scrolling-scrolling turun ke bawah makin ngiler lah aku yang lemah iman ini. Membayangkan kue coklat lembut dengan lelehan coklat di atasnya, terbayang sempurnanya secuil kenikmatan dunia untuk si lidah tercinta.

Aku memang terkenal sebagai ratu kepo se-Indonesia Raya versi orang-orang rumah, halah. Setelah sukses nahan-nahan air liur karena malu dilihat orang-orang di bus, aku langsung pindah ke halaman Google untuk cari tahu seluk beluk Brownies yang bikin aku kepikiran ini.

Usut punya usut, hasil click tautan sana-sini aku menemukan satu kisah cinta dari lahirnya Brownies Cinta. Brownies cinta, ternyata lahir dari hasil protes ternak bebek, siapa yang sangka yah. Brownies yang penampakannya lembut, manis penuh cinta berawal dari gagalnya bisnis ternak bebek.

Sang pengusaha pantang menyerah ini, menurut sumber blog kece etyabdoel diketahui bernama Fauzi Yunianto. Si Bapak pantang menyerah ini perlu banget kita contoh. Di awal karier bisnisnya, beliau kena protes tetangga karena bebek-bebeknya yang ribut, yah kalau gak ribut kura-kura namanya, ehh. Tapi, hal itu tidak menghentikan langkah beliau, dengan tekad dan semangat yang sama beliau memulai usaha lain yang gak berisik, brownies kukus.

Awalnya Pak Fauzi ini menitipkan browniesnya dari warung ke warung, sampai akhirnya bisa punya beberapa outlet di Indonesia, semoga segera buka di Cibubur, Amin. Semangat yang kaya gini nih yang mesti dimiliki anak-anak muda zaman now, jangan cuma bikin onar dan habisin uang orang tua aja hobbinya.

Balik lagi penampakan brownies-brownies yang berhasil bikin aku susah payah tahan-tahan supaya gak ngiler di bus, hehe. Beberapa gambar ini adalah usaha saya supaya gak susah payah tahan ngences sendirian, saya mau kalian juga kena imbasnya, hehe. *ketawa licik.

Kita review penampakannya satu persatu, yang pertama tadi adalah brownies coklat meleleh. Ya Tuhan, ini gambar brownies bikin perut kerucuk-kerucuk, gimana rasanya coba. Coklatnya lumer-lumer gitu di atas kue coklat basah yang nampak legit dan manis, kaya dia, ehh.

Nah kalau yang ini gambar favorite aku, yang paling bikin aku pengen segera terbang ke Planet Bekasi. Brownies Chocomaltine, penampakannya Astaghfirullah memanjakan mata dan membuat imajiku liar kemana-mana. Pengen. Itu lapisan Nutella macem tragedi Lumpur Lapindo, luber kemana-mana.

Dari tadi yang coklat-coklat mulu, variannya itu aja emangnya yah? Yah gak donk! Brownies Cinta mempersembahkan aneka rasa lainnya yang beragam dan tentunya tetap dengan cinta didalamnya.

Coba deh kalian stalkingin instagram @browniescintabekasi, warna warni banget, bikin ngiler banget. Kepada admin instagram @browniescintabekasi, terimakasih sudah bikin aku berhalusinasi sebegininya, anda sukses!

Selain aneka Brownies, di sini juga bisa banget pesen kue ulang tahun buat pacar,lahh. Buat siapa aja boleh kok, buat aku apalagi, jangan lupa bulan Mei yah, hehehe. Bahkan menurut blog kece etyabdoel, Bapak Bupati Karanganyar Juliatmono juga pernah dibuatkan kue ulang tahun di Brownies Cinta ini. Jadi, sudah pasti tidak diragukan lagi untuk urusan rasanya, kalau masalah penampakan dari foto instagram aja sudah ketahuan juara.

Kepada Bapak Fauzi Yunianto, please donk buka outlet di Cibubur. Sekian hasil halusinasi ku akibat scrolling IG @browniescintabekasi sore-sore bolong. Alamat sudah dicatat, gambar brownies yang paling diincar sudah disimpan, tinggal cari tanggal buat langsung cus ke Planet Bekasi.

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar