Resolusi 2018, Sehat Lahir Batin Bersama Theragran-M

Penampakan Theragran-M kesayangan bareng cover kalender 2018.

Sebelumnya, mari kita flashback menilik kemudian menelusur perjalanan panjang di 2017. Tahun paling penuh kejutan, banyak mimpi yang menjadi nyata tapi banyak resolusi yang juga belum berhasil dituntaskan. Setahun bergelut dengan berbagai list tempat-tempat impian, mimpi-mimpi kecil tapi nyatanya sulit diwujudkan dan berbagai macam kejutannya yang hadir tanpa permisi. Bertemu dengan berbagai macam wajah baru, semangat baru dan tentunya manfaat baru. 2017, saat di awal hanya ada mimpi berbagai destinasi wisata yang perlahan tapi pasti diselesaikan dan satu perjalanan besar yang cukup menguras tenaga dan isi kantong. Kemudian, berbagai pencapaian mimpi-mimpi kecil, hidup lebih sehat dan teratur, rutin olah raga dan meminimalisir jumlah bolak-balik rumah sakit.

Seperti  apa yang aku katakan di awal, masih banyak resolusi 2017 yang belum berhasil dituntaskan, yang sepertinya akan lanjut menjadi resolusi di 2018. Begitulah resolusi, dibangun di awal tahun kemudian berguguran di pertengahan, sampai akhirnya patah di akhir tahun. Jadi, di akhir tahun 2017 ini aku punya banyak resolusi sedang dan satu resolusi besar. Apa sih resolusi besarnya? Baiklah, aku akan beberkan kepada kalian, resolusi besarku adalah mengupayakan tiap-tiap resolusi menjadi nyata dengan rentang waktu yang sudah aku gariskan.

Membahas apa yang aku sebutkan di judul artikel ini, sehat lahir batin. Sehat di sini punya arti yang luas, sehat di sini menjadi awal dari munculnya bahagia. Maksudnya, aku ingin sehat agar hati kuat menahan rindu, halah malah curhat. Jadi, satu resolusi yang tak kunjung selesai sejak entah tahun berapa aku membuatnya adalah menikah. Memang tidak semudah itu menyelesaikan resolusi yang satu ini, terlalu banyak rintangan dan tantangan. Masalah terberat dari resolusi ini adalah aku ingin menikah dengan siapa? Masalah yang signifikan rumitnya kan? Untuk akhirnya menyelesaikan tanya dengan siapa ini, salah satu solusinya adalah dengan menjaga agar lahir ini benar-benar sehat. Karena untuk memikirkan dan mengupayakan menikah dengan siapa butuh lahir yang sehat bukan?

Tahun lalu, alhamdulillah aku tidak banyak sakit parah tapi juga cukup sering bolak-balik rumah sakit lantaran beberapa penyakit langganan. Kenapa juga sehatnya mesti bareng Theragran-M sih? Baiklah, aku akan ceritakan ke kalian awal mula aku kenal sama dia. Di pertengahan 2017 aku terlalu punya banyak resolusi destinasi yang harus diselesaikan, persis orang kejar setoran dalam 2 bulan sabtu-minggu ku selalu penuh. Ada aja list perjalanan yang harus diselesaikan di tengah jadwal ngantor yang juga enggak kenal ampun. Akhirnya aku drop, bolak-balik panas tinggi yang ternyata disebabkan oleh si penyakit langganan, radang tenggorokan.

Setelah mulai masa pemulihan dokter kantor ku berpetuah, “Ini saya resepkan Theragran-M yah, ditebus jangan lupa, ini sangat bagus untuk masa pemulihan dan supaya kamu enggak bolak-balik drop lagi”.

Berhubung memang waktu itu aku bolak-balik drop, sudah sedikit lagi sembuh kemudian sakit lagi, gitu aja terus sampai akhirnya aku kenal Theragran-M, minumin rutin dan syukurnya beneran bisa sembuh sampai tuntas. Setelah benar-benar sembuh dan  sakitnya enggak dateng lagi, enggak bolak-balik lagi. Thenagran-M memang beneran bikin kita sehat dan enggak balik sakit lagi, senangnya.
Jadi kalian sekarang paham yah kenapa akhirnya aku memutuskan untuk sehat lahir batin bareng Thenagran-M?? So pasti karena memang sudah jelas sekali aku bukan salah satu yang hanya dengar iklan saja, tapi sudah jelas merasakan manfaatnya.  Kalau  kalian mencari vitamin yang bagus untuk mempercepat masa penyembuhan, Theragran-M pasti jadi jawaban yang paling pas. Sekarang dengan sederet resolusi di 2018, aku pantang sakit kelamaan. Untungnya ada Thergran-M yang setia jadi vitamin untuk mengembalikan daya tahan tubuh setelah sakit sampai akhirnya sakitnya enggak hobby bolak-balik.

Lanjut ngomongin resolusi 2018 ku, sebagai wanita muda yang aktif sudah pasti aku punya sederet list resolusi, diantaranya:

  • ·         Menikah, yang sudah di bahas panjang lebar tadi yang sangat berpengaruh ke kesehatan batin yang pastinya untuk mencapainya harus diimbangi dengan kesehatan lahirnya juga.
  • ·         Meningkatkan karier dalam pekerjaan yang aku geluti sekarang, yang luar biasa sibuk dan menyita waktu lebih dari 8 jam sehari, 5 hari seminggu dalam kehidupan ku yang punya cukup banyak cita-cita ini.
  • ·         Menambah dan meningkatkan kualitas buku bacaan, seperti cita-cita masa kecil saya yang selalu ingin menjadi sesuatu di balik deretan buku yang dipajang di toko buku kesayangan. Masalahnya, tidak mungkin menulis tanpa membaca, bisa-bisa isi tulisan ku macam tong kosong nyaring bunyinya.
  • ·         Setelah rajin membaca, sudah pasti impian selanjutnya adalah akhirnya mulai rajin menulis dan mengumpulkan prestasi dari bidang ini.
  • ·         Traveling ke banyak tempat impian yang masih setia nangkring di booklist sejak beberapa tahun terakhir ini, semacam mendaki ke puncak indahnya Indonesia, Gunung Rinjani dan Gunung Semeru. Impian sederhana yang entah kenapa masih sulit digapai.
  • ·         Memperbaiki kualitas keimanan, dengan salah satu cara pergi ke tanah suci bareng keluarga tercinta. Kalau dipikir akal sehat , mungkin masih terlalu berat. Tapi, satu keyakinan dalam diri, saat ada niat baik dan Allah approve, aku yakin akan selalu ada jalan.
  • ·          Mulai membuat financial planning yang matang, beruntungnya saya bergabung bersama kakak-kakak keren di Kubbu BPJ yang dengan suka rela membagi ilmunya di tanggal 7 Januari nanti. Semoga di 2018 saya sudah punya perencanaa keuangan yang lebih baik. Dari sini juga saya jadi punya satu list mimpi tambahan yang belum pernah terpikir sebelumnya.
  • ·         Jadi list tambahan tersebut adalah menambah daya guna bagi sekitar, keluarga, lingkungan dan beberapa komunitas yang sudah membuat saya bertumbuh seperti sekarang.
  • ·         Dari semua list diatas, rasanya tak mungkin bisa diwujudkan tanpa peran tubuh yang sehat dan kuat. Oleh karena itu, resolusi berikutnya adalah membuat Theragran-M selalu hadir mengisi kotak P3K yang aku punya. Bukan karena aku berdoa supaya sakit, tapi lebih ke sedia payung sebelum hujan.


Sebagai wanita yang sudah mulai dewasa tapi tak pernah mau disebut tua, aku mulai merasa perlu lebih konsen ke gaya hidup untuk menuju tubuh sehat dan jiwa yang kuat. Bukan jadi rahasia umum lagi, di umur yang sudah menginjak seperempat abad ini, aku mulai harus konsen dan serius dalam mencapai semua resolusi yang sudah disusun dengan matang. Bukan hanya berfikir keras masalah resolusi di penghujung 2017 dan kemudian memperpanjang durasi di akhir 2018 nanti.

*Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Theragran-M.

0 comments:

Posting Komentar