Malam tahun baru di Jogja, Kota dengan Candu Tak Berkesudahan


Jogja, kota dengan sihir candu paling awet. Ratusan kali ke Jogja, puluhan kali mengunjungi tempat yang kata orang itu-itu aja, tapi juga ribuan kali rindu Jogja.

Kenapa sih segitunya sama Jogja? Punya kenangan manis yah? Punya mantan? Atau, punya rindu yang belum selesai sama salah satu warganya?
Banyak orang yang berkali-kali bertanya tentang sejarah ku dengan si Jogja ini. Sayangnya, aku gak ada history apa-apa tentang seseorang di kota ini. Seringnya, liburan ke Jogja bareng keluarga
sekalian pulang ke kampung halaman tercinta Kutoarjo. Mungkin ini juga yang membuat aku jatuh cinta sama Jogja, dekat sama nenek ku. Bahkan, saat harus memutuskan mau kuliah di mana, aku sempat memasukkan Jogja ke dalam list kota impian.

Tapi sayang takdir berkata lain, Bogor jadi tempat aku menyelesaikan pendidikan  dan Jakarta menjadi tempat aku cari uang. Cukup tragis yah, Jogja sama sekali tidak pernah menjadi tempat untuk tinggal di dalam kurun perjalanan hidup ku sampai sekarang. Padahal aku cinta Jogja daripada yang lainnya, tapi justru adik ku yang dengan sangat beruntung dapet kerja di Jogja dan sudah hampir setahun ini tinggal di sana. Aku envy luar biasa sudah pasti, tapi ini lah hidup, harus dijalani dengan senang hati. 

Sekarang mimpi ku jadi lebih sederhana, pokoknya harus sering-sering lah main ke Jogja. Kota dengan sejuta cinta di dalamnya. Mungkin akan banyak yang nyinyir, kenapa harus Jogja?

Tahun baruan di Jogja gak asik, macet, ramai, penuh, sesak, rumit dan lain-lain dan sebagainya. Tapi buat aku, ramainya Jogja masih sopan, macetnya Jogja masih bersahaja dan penuhnya Jogja masih gak bisa bikin aku patah hati. Jogja, kota yang sempurna di mata ku, kalu kata salah satu teman, "Siapa sih mbak yang gak betah tinggal di Jogja".

Dari sejak dahulu aku sudah hobby sekali liburan ke Jogja, dan yang aku rasain dulu-dulu tuh cari penginapan di Jogja susah-susah sedap. Yang bagus banyak, tapi mahal, yang murah banyak, tapi kok gak layak. Tapi, seiring berkembangnya teknologi koneksi internet memudahkan segalanya, termasuk masalah penginapan ini. Sekarang, kalau mau main ke Jogja tinggal buka web RedDoorz dan masalah penginapan terselesaikan. Karena memang semua property RedDoorz di jamin layak, aman, nyaman dan pastinya hemat. 

Semenjak kenal RedDoorz, rasanya ungkapan 'ada harga ada rupa' jadi mulai kehilangan maknanya. Di RedDoorz kita bisa dapet harga super miring untuk penginapan dengan fasilitas super lengkap dan nyenengin. Favorite saya sekarang kalau nginap di Jogja adalah RedDoorz near Plaza Ambarukmo, yang gak jauh dari jalan raya dan deket juga sama banyak tempat makan hits di Jogja, gak di ragukan lagi Jogja adalah surganya kulineran dengan harga super pas di kantong.

picture by RedDoorz's website

Selain lokasinya yang strategis, hotel ini juga murah tapi gak murahan, fasilitasnya ciamik banget. Lengkap, nyaman, asyik, pokoknya TOP.  Nge-Jogja jadi lebih hemat bersama RedDoorz.

Sekarang Jogja juga semakin berbenah, makin banyak tempat instagramable di setiap sudutnya. Tidak perlu jauh-jauh ke pantai atau ke gunung, di kotanya saja aku sudah bahagia.

Aku akan berbagi ke kalian semua salah satu cara sederhana menikmati Jogja.
Di siang yang cukup terik, rasanya sangat di sayangkan kalau gak mampir ke reruntuhan bengkel yang berlatar Gereja Gothik. Gereja yang tadinya katanya punya orang Jepang, dengan arsitektur Belanda yang jadul dan pastinya cakep waktu dijepret di kamera.


Setelah puas berfoto di tempat yang cuma modal 2000 buat parkir tadi, kita bisa lanjut ke AlTar, bahasa gaul untuk Alun-Alun Utara Jogja. Di sebrangnya kita bisa menemukan outlet resmi Dagadu Jogja, dan di sini baru sekitar seminggu yang lalu nangkring diorama besar Jendral Sudirman pada masa perang Gerilya.


Setelah lelah dan mulai lapar, kita bisa lanjut makan Coto Makassar di La Capila. Tempat makan Coto paling enak di Jogjaa, tempatnya tepat di sebrang Asrama Mahasiswa Makassar. Harganya, jangan ditanya lagi ya, pas banget di kantong mahasiswa, apalagi di kantong ku, super pas. Sudah lumayan antri mainstream kan, makan makanan Makassar di Jogja.


Setelah kenyang kita bisa lanjut berwisata sejarah di benteng Vradenburg sampai tutup, sekitar jam 17.00 pengunjung sudah mulai diusir-usir dari dalam benteng. Nah, kita bisa lanjut menikmati Jogja di titik nolnya, dan mulai menunggu malam yang pastinya akan sangat meriah.


Jogja sudah pasti istimewa, selalu istimewa, untuk  aku yang selalu kembali jatuh cinta dengan kota ini. Selamat tahun baru 2018 Masehi teman-teman sekalian, semoga di 2018 kita sama-sama mampu menyelesaikan setiap resolusi yang sudah direncanakan. Salam cinta dari pecinta Jogja.
Rencana tahun  baru-an di Jogja jadi lebih indah dan mudah sekarang, setelah ada RedDoorz dan properti favorite ku di Jogja, RedDoorz near Ambarukmo Plaza yang pastinya murah tapi gak murahan.

0 comments:

Posting Komentar