Kuliner Lembang yang Wajib Dicicip

Big thanks kepada bu bos mbak Endah dan mbak Marina yang telah menyelamatkan kegaringan acara family gathering kantor untuk para single ini. Sesungguhnya tempat gatheringnya menarik, Lembang, tapi sayang tujuannya kurang asik, cuma ke Sindang Reret, udah gitu ujan, engga bisa ngapa-ngapain, akhirnya semua peserta cuma nguplek jadi satu restoran.

Tapi emang mbak-mbak baik hati ini dari awal udah bilang ke kami-kami para single yang sebenernya sangat malas ikutan acara ini, "Udah, kalian pada ikut aja, nanti aku bawa mobil. Kita ngabur jalan-jalan kulineran di Lembang"

Rombongan bis dari Cimanggis yang berisi aku dan teman-teman lain mendarat dengan selamat dii Sindang reret sekitar jam 12.00an setelah bermacet-macet, 6 jam perjalanan Cimanggis-Lembang.  Begitu sampe, kita langsung bergegas solat dan makan siang. Selesai makan siang geng single berkerumun ngerubutin mbak Endah dan mbak Marina, ngabur bahagia pun dimulai.

Penampakan Tahu Tauhid dan Sate bumbu ketumbar

Tempat pertama yang kita kunjungi adalah salah satu tempat tahu yang sudah cukup tenar di Lembang, Tahu Tauhid, tempatnya persis di sebrang tempat wisata D'Ranch. Di sini kita pesen tahu goreng buat rame-rame, sate dan jus buah.

Untuk rasa tahunya jelas enak lah, tahu di Lembang engga akan pernah gagal. Untuk aku yang memang pencinta tahu, Lembang adalah tempat paling pas untuk bertahu-tahuan. Tahu Tauhid ini jenisnya mirip tahu Sumedang yang di jual di Jakarta, yang keras coklat di luar lembek putih di dalem tapi engga full dalemnya. Tapi, kalo untuk masalah rasa tahu ini beda sama yang biasa di bis-bis Jakarta, tahu ini segar, engga ada asem-asemnya, lembut dan enak banget, apalagi dimakan panas-panas di gerimis Lembang kaya siang itu.

Dan beruntungnya juga, ternyata satenya enak, bumbunya apalagi, ada kaya ditambah ketumbar gitu deh rasanya, cuma jadi enak dan beda, aku sih suka. Kalo dagingnya, engga spesial-spesial banget, cuma yang daging ayam ditusuk-tusuk kemudian dibakar dipastikan selalu enak. Tempat ini rekomended, enak dan murah juga kok.
Selesain cemal-cemil di Tahu Tauhid, kita melanjutkan kebahagiaan tahu-tahuan ini. Kita lanjut ke Phia Sophia yang deketan banget sama Kafe Rumah Kayu Taiwan yang tahu glesernya aku suka banget. Inii bukan kali pertama ke tempat ini, tapi kalo disuruh lagi dan lagi kesini masih sangat mau, tahu gleser, pepes-pesannya dan cincaunya sangat ngangenin.

Lokasi engga jauh dari Tahu Tauhid, para wisatawan memang cenderung jarang tau tempat ini, kebanyakan yang familiar sama tempat ini penduduk lokal, karena emang tempatnya yang ada di dalem perumahan gitu. Cuma kalo kalian penasaran dan pengen ngicip makan disini, tenang aja, tempat inii udah ada di google map kok tingga ketik aja "rumah kayu taiwan" atau "new sophia" mereka berdua deketan kok.

ibu-ibu khilaf yang kalap borong oleh-oleh

Satu korak kebahagiaan dari Lembang

Pertama turun mobil kita langsung straight ke new sophia, pia ini agak mirip sama bakpianya jogja, cuma diluarnya agak lebih kering, dia juga punya sangaat banyak pilihan rasa, durian, nanas, taro, green tea, kacang hijau, keju, coklat dan masih sangat banyak lagi rasa lainnya, cuma kayanya kalo rasa yang pernah ada sihh belom tersedia.Tempat ini engga cuma jualan pia aja, ada berbagai macam keripik, kerupuk, yoghurt dann berbagai kue-kue enak dan unik lainnya. Sekotak isi 24 buah pia, harganya 40-50ribu tergantung isiannya. Setelah puas belanja di new sophia yang tempatnya homey banget, kita lanjut mampir ke rumah kayu taiwan yang tetanggaan banget sama doi.

Cincau topping susu dan lemon

Ini kali ketiga aku ke tempat ini, aku begitu addict sama tahu gleserr dan cincau di tempat ini. Tahunya tuh pas kepadatan dan rasanya, engga asem, dia juga bukan tipical tahu yang sangat lembut yah, dia lembut tapi tetep padat, ini sebenernya cuma tahu direbus yang disajikan bareng bawang putih yang direbus juga, aku sih suka dan ketagihan. Satu lagi yang bikin aku luar biasa kangen sama tempat ini, cincaunya. Apa sih bedanya cincau disini sama di tempat lain? beda lah, cincau di sini engga terlalu bau daun, dan lembut paraaah, aku belom pernah ngerasain cincau yang lebih lembut dari ini. Cincau ini kuahnya bisa milih, mau kuah susu, lemon atau gula jawa. Favoritku sih lemon sama susu, pokoknya kalo kalian ke Lembang kalian wajib coba, ini enak banget, engga dusta. 
Pepesnya juga engga ada yang failed, variatif banget, dari pepes ayam, jamur, berbagai ikan, tahu sampe ada variant telur asinnya. Sayurannya juga endes, sesundaan gitu, ditambah sambel sama lalapannya yang super lengkap. Jadi ngiler sendiri nulis sambil bayangin menunya Rumah Kayu Taiwan ini.

Setelah kenyang disini kita berencana lanjut ngopi ke Bandung kota, dengan rencana mampir dulu ke tempat heitsnya Lembang, kafe and art galery lawang wangi yang menurut mbak Marina ciamik viewnya buat jeprat-jepret.                                               



Lawang Wangi ternyata terletak engga jauh dari tempat makan kita, sekitar kurang lebih 15 menit dii mobil kita sampai di sebuah bangunan yang tepat berhadapan dengan view kota bandung yang super cantik dan hijau dari ketinggian. Dari tempat ini deretan bukit dan gunung yang mengelilingi kota bandung terlihat dengan jelas dan cantik. Setelah puas tercengang dengan cantiknya tempat ini, kita lanjut masuk ke dalam, ternyata isinya engga kalah cantik, terpampang banyak karya seni anak bangsa yang sejujurnya kurang bisa dimengerti oleh orang awam macam saya. Tapi, Lawang Wangi sudah menyiasatinya dengan baik, terdapat keterangan maksud dan tujuan dari masing-masing karya di setiap sudutnya.

Narsis di balkon resto di lantai 2
Lawang Wangi Resto and Art  Galery
Di lantai paling atas terdapat kafe dengan arsitektur dan view yang mencengangkan. Kafe dan balkon tempat ini luar biasa instagramable, istilah yang biasa dipakai kids jaman now untuk tempat dengan view super cantik dan jadi makin cantik saat masuk ke kamera. So, buat kamu-kamu yang belum sempat kesini, wajib banget kesini. Buat masuk tempat ini bahkan sampai foto-foto di balkon kafenya pun gratis kok, engga mesti harus jajan. Sayangnya karena kita berencana lanjut ngopi ke Bandung kota, akhirnya kita engga sempet ngopi-ngopi di tempat ini. Padahal view dan tempatnya kelihatan cozy banget, next time lah yah balik kesini dan sempetin bengong-bengong cantik sambil nyeruput hot chocolate.

Setelah puas foto sana-sini kita melanjutkan turun ke Bandung kota, tapi sayang sekali Rencana ini akhirnya terpaksa diurungkan akibat macet luar biasa dan undangan gala dinner kantor jam 19.00 di hotel daerah Lembang tempat yang sudah di booking kantor untuk acara family garhering. Kebahagiaan hari ini ditutup dengan dinner bareng orang-orang kantor dan berbagai acara khas family gathering lainnya.


0 comments:

Posting Komentar