Ngobrolin Mitos VS Fakta Pendakian Bareng yang Pengalaman dan RS Firdaus Jakarta Utara

Saya adalah salah satu dari sebagian orang yang mengenal pendakian secara tidak sengaja dan kemudian jatuh cinta. Dan saya yakin di zaman semua orang hobby posting foto di media sosial seperti sekarang, tidak jarang ditemukan pendaki dadakan macam saya ini.  Beberapa kali naik turun gunung dengan pengetahuan seadanya, belajar dari alam dan dari orang-orang baru yang saya temui di jalur membuat saya semakin sadar, masih banyak lagi  yang saya masih belum mengerti.
Ini adalah latar belakang yang menggugah hati nurani saya untuk datang ke acara "diskusi santai membongkar fakta dan mitos pendakian berdasarkan pengalaman dan medis". Sejujurnya judul acaranya pun udah membuat jempol ini pengen banget wa kakak cp nya, ditambah pematerinya yang sesungguhnya membuat saya semakin penasaran. Lah jadi siapa aja sih pematerinya?? Penasaran yahh 😎😎
1. Dr. RIDHO ANDRIANSYAH, Sp. PD
(RS Firdaus)
2. HARLEY. B. SASTA
(Penggiat Alam, Penulis dan Pemerhati Konservasi Alam dari Federasi Mountainering Indonesia)
3. TYO SURVIVAL
(Eks Host Survival, Jejak Petualang dan Co Host Berburu TRANS 7)
4. SITI MARYAM  - EDI M YAMIN
(Survivor 4 hari 3 malam di Gunung Rinjani - Founder BPJ)
Sekarang kalian paham kan kenapa saya ikutan acara ini 😊😊.
Dan syukurnya kebahagiaan saya tidak berhenti sampai di pendaftaran saja. Acaranya pun jauh dari kata mengecewakan. Baru datang saja kita sudah di sambut dengan keramahan petugas medis dari RS FIRDAUS JAKARTA UTARA yang Melayani dengan Hati. Petugas medis RS Firdaus memberi fasilitas cek darah (Gol Darah, Gula Darah, Asam Urat) dan Tensi secara cuma-cuma. Baik yah RS Firdaus Jakarta Utara ini 😍😍. Kabarnya juga rumah sakit ini adalah salah satu rumah sakit yang memberi pelayan terbaik BPJS. Duh lah maap yah keasyikan ngobrolin RS Firdaus, gimana donk mbak-mbaknya baik-baik, dokternya pun kece luar biasa ditambah RS Firdaus juga bagi-bagi goodie bag di akhir acara.

Terus jadi gimana mbak isi acaranya??
Acaranya seru banget lah, sesi pertama dibuka dengan obrolan gantengnya abang Harley yang dengan baik hati nya mau berbagi video kece doi tentang konservasi alam. Abang satu ini juga kasih banyak pengetahuan buat kita-kita yang kepo ini. Kata-kata doi yang paling ngena di hati adalah "Hormati serta ikuti aturan dan budaya yang berlaku disetiap destinasi dan ingatlah bahwa kita adalah tamu". Kutipan kata dari bang @harleysastha (siapa tau ada yang mau kepoin instagram doi 😉) tadi membuat saya merasa harus semakin menjaga sikap di tiap-tiap pendakian berikutnya. Bang Harley juga melogiskan salah satu pertanyaan yang selalu muncul dibenak saya ketika mendengar adanya kawasan terlarang yang menurut penduduk sekitar ada sesuatu yang mistik. Kita ikuti saja teman-teman karena mungkin maksudnya jalur tersebut adalah kawasan konservasi untuk menjaga kelestariannya. Balik lagi, kita tamu jadi jangan ngeyel kalo dibilangin tuan rumah.


Setelah seru-seruan bareng bang Harley masuk lah pada pembicara berikutnya yang tidak kalah tampan. Bang Tyo Survival, yang baru mulai langsung bagi-bagi trash bag. Bang Tyo mengajarkan kita untuk selalu berpikir kreatif ketika berada di alam, kebayang nggak sih dibenak kalian kalau trash bag tuh punya sangat banyak manfaat. Dari mulai jadi wadah sampah pas turun, alas solat, flysheet, tiker buat gegoleran, toilet darurat sampai alat pelampung. Bang Tyo juga kasih kita satu pengetahuan sederhana untuk bertahan dari hewan buas ketika di hutan. Kalian semua pasti familiar donk sama plastik es 1kg an, nah ini jangan lupa dibawa yah kalau nanti naik gunung. Fungsinya buat di peletusin kalau nanti kita ada dikondisi terjebak sama hewan buas. Mereka biasanya langsung mengartikan ledakan dari plastik itu sebagai suara senapan. Lah tau gitu kemarin pas ke Papandayan nggak perlu panik waktu ketemu Omen (babi hutan).


Bang Tyo juga membuktikan fakta bahwa ular itu tidak takut garam teman-teman, jadi untuk apa kalian menabur garam keliling tenda. Duh asli ini rasanya pengen ngetawain diri sendiri, sejujurnya saya adalah salah satu yang percaya kalau ular takut garam. 

Setelah puas menggali ilmu survival dari bang Tyo masuk lah ke acara mbak Siti dan mas Emye bercerita kronologis hilangnya mbak Siti 4 hari 3 malam di Gunung Rinjani dan alhamdulillah selamat. Dari sini sejujurnya saya salut sama mas Emye yang masih bisa tenang dan tetap fokus pada ikhtiar beliau dalam mencari mbak siti walaupun saya juga lihat sendiri tidak sedikit manusia-manusia sok tau dan nyinyir  beredar d kolom komen instagram doi. 
Dari cerita mbak Siti saya belajar bahwa mendaki juga butuh mental dan iman yang kuat kepada sang Illahi bukan hanya melulu masalah fisik. Disini kalau dilihat secara logika dan bahkan dokter Ridho pun melihatnya secara medis untuk ukuran manusia biasa (bukan galgadot di wonder women) tidak makan dan minum selama 4 hari 3 malam itu ajaib masih bisa bertahan hidup dan baik-baik saja.
Saya salut dengan pikiran positif dan keyakinan Mbak Siti bahkan dalam sistuasi hujan badai di tengah rimbun hutan dewi anjani. Sungguh Allah Maha Melihat, Allah Maha Penolong. Banyak yang nanya "kok bisa sih mbak masih berpikir jernih dan tenang di kondisi begitu?" dan jawaban mbak Siti masih bikin saya merinding kalau ingat, "rajin-rajin puasa Senin Kamis aja".


Kesimpulan yang saya ambil setelah mendengar cerita mbak Siti adalah yang penting dari pendakian selalu jaga emosi dan pikiran kita untuk terus positif dan jangan terpisah jauh-jauh dari rombongan. Mungkin bukan temannya yang mau ninggal, cuma kitanya yang tidak sadar memisahkan diri. 
Sekali lagi masih sangat salut sama mental, keyakinan dan ketulusan dari bang Emye yang walaupun orang di luar mencaci dan mencibir kaya gimana pun abang satu ini tetep fokus pada ikhtiar dan doa nya untuk keselamatan mbak Siti. Beliau pun tetap stay di pelawangan sembalun 4 hari 3 malam tanpa kenal putus asa. Beruntung juga mbak Siti ada di barisan rombongan bang Emye ini.


Setelah mendengar cerita seru dan inspiratif dari mbak Siti dan bang Emye sesi yang ditunggu-tunggu akhirnya dateng juga ngobrolin gunung bareng dokter Ridho dari RS Firdaus. Dokter kece satu ini, menjabarkan tentang pendakian dari sisi medis. Ini ilmu yang wajib dimiliki, karena kita tidak pernah tau apa yang akan terjadi di gunung. Beliau mengupas tuntas tentang boleh tidaknya perempuan yang sedang haid ikut naik gunung dari sisi medis, dilanjut dengan gangguan-gangguan kesehatan yang memungkinkan terjadi di jalur pendakian dan cara mengatasinya. Dokter Ridho juga membahas penderita penyakit apa saja yang sebaiknya jangan ikut-ikut mendaki. Yang paling penting dokter ridho juga membekali kita dengan pengetahuan apa saja isi P3K kita saat naik gunung. 

RS Firdaus dan KUBBU BPJ mengemas acara ini dengan sangat manis dan puitus, lohh bukan gini maksudnya 😂😂. Dengan sangat ringkas, pedas dan jelas. Berikut saya kasih contekan coret-coretan saya waktu disana  😎😎. 

Dan yang paling menyenangkan dari acara ini adalah, diakhir acara masing-masing peserta dikasih oleh-oleh goodie bag dari RS Firdaus dan Dhaulagiri. Isi goodie bag nya macem-macem, kalo saya dapet tempat minum yang bisa dilipat gitu dari Dhaulagiri. Untuk saya yang notabene adalah satu fansnya Dhaulagiri, lumayan banget ini nambah-nambah koleksi. Di rumah kan udah ada tongkat dan flysheet nya Dhaulagiri. Makasih banyak yaa kubbu, Dhaulagiri dan RS Firdaus. Acara, makanan dan goodie bag nya bikin ketagihan. Bikin lagi donk acara diskusi kaya gini, nagih nih 😉😉😉.


1 komentar: