Entah bagaimana aku akhirnya jatuh cinta LAGI, setelah lama tertahan pada satu nama, tertahan pada satu hati, tertahan pada satu mata. Aku mulai lelah sebenarnya belajar melupakan dia, sampai akhirnya kunikmati saja semua kenangan yg aku punya. Sampai akhirnya aku nikmati saja setiap manis, pahit dan segala yg pernah kita lalui bersama. Saat aku tak lagi berusaha melupakan, entah bagaimana hati ini mulai menerima kehadiran hati yang lain, mata yang lain, senyum yang lain dan nama yang lain.

                 
Mungkin memang benar kata2 bang Tere Liye yang ini:

*Melupakan

Ketika kita mencoba melupakan kejadian menyakitkan, melupakan orang yg membuat rasa sakit itu, maka sesungguhnya kita sedang berusaha menghindari kenyataan tersebut. Lari. Pun sama, ketika kita ingin melupakan orang yg pernah kita sayangi, hal2 indah yang telah berlalu. Maka, sejatinya kita sedang berusaha lari dari kenangan atau sisa kenyataan tsb.

Kabar buruk buat kita semua, mekanisme menyebalkan justeru terjadi saat kita berusaha lari menghindar, ingatan tersebut malah memerangkap diri sendiri. Diteriaki disuruh pergi, dia justeru mengambang di atas kepala. Dilempar jauh2, dia bagai bumerang kembali menghujam deras. Semakin kuat kita ingin melupakan, malah semakin erat buhul ikatannya.

Bagaimana mengatasinya?

Justeru resep terbaiknya adalah kebalikannya. Logika terbalik. Apa itu? Mulailah dengan perasaan tenteram terhadap diri sendiri. Berdamai. Jangan lari dari kenangan tersebut. Biarkan saja dia hadir, bila perlu peluk erat. Terima dengan senang hati. Bilang ke diri sendiri: "Sy punya masa lalu seperti ini, pernah dekat dengan orang menyakitkan itu, sy terima semua kenyataan tersebut. Akan saya ingat dengan lega, karena sy tahu, besok lusa sy bisa jadi lebih baik--dan semua orang berhak atas kesempatan memperbaiki diri." Letakkan kenangan tsb dalam posisi terbaiknya.

Maka, mekanisme menakjubkan akan terjadi. Perlahan tapi pasti, kita justeru berhasil mengenyahkan ingatan itu. Pelan tapi pasti, kenangan tersebut justeru menjadi tidak penting, biasa-biasa saja. Dan semakin kita terbiasa, levelnya sama dengan seperti kenangan kita pernah beli bakso depan rumah, hanyut dibawa oleh hal2 baru yg lebih seru. Ketahuilah, racun paling mematikan sekalipun, saat dibiasakan, setetes demi setetes dimasukkan dalam tubuh, dengan dosis yang tepat, besok lusa jika kita tdk semaput oleh racun tsb, kita justeru akan jadi kebal. Apalagi kenangan, jelas bisa dibiasakan.

Itulah hakikat dari: jika kalian ingin melupakan sesuatu atau seseorang, maka justeru dengan mengingatnya. Terima seluruh ingatan itu.

*Tere Liye

                Post yang bang Tere Liye diatas emang bener banget, setuju banget..
            Karena saat aku mulai menikmati semua yang pernah terjadi, justru saat itu aku sanggup jatuh cinta lagi. Awal jatuh cinta ini sangat indah, INDAH. Dari awal aku menatap mata itu  aku sudah tau aku jatuh cinta. Cinta yang ini berbeda, bukan jatuh cinta sama sahabat lagi, bukan jatuh cinta sama yg udah lama dikenal lagi. Jatuh cinta kali ini benar-benar sama orang yang baru aku liat, yang sejak pertama aku bertemu aku yakin dia istimewa, mungkin ini yang disebut “feeling”.
            Tapi sayang jatuh cinta yang ini juga hampir gak ada akses untuk membuat dia tau aku ada disini, atau minimal sadar ada orang yang bernama aku disini. Benar2 tidak ada akses, aku gag tau bagaimana caranya untuk bisa kepoin dia, aku gag tau bagaimana caranya minim tau sedikit tentang masa lalu dia, dia kerja dimana, bahkan aku gag tau dia masih single atau gag, yah pokoknya jatuh cinta aja, ini aneh, sangat aneh untuk org yg biasa berlogika seperti aku, ini sungguh aneh. Ini benar2 jatuh cinta tanpa alasan!
            Sampai pada suatu masa, aku dapatkan kesempatan itu, kesempatan untuk menghubungi dia, untuk memulai percakapan yg terlihat penting demi suatu hal yg memang penting dengan dia. Mulai hari itu kami terbiasa berbagi, berbagi segalanya, cerita, pemikiran dan segala hal yang memang perlu dibagi. Sampai pada suatu waktu aku merasa terlalu tau banyak tentang dia, sampai aku dan dia tak tau lagi apa yang harus dibagi.
            Segala yang aku lakukan hari itu sampai sekarang, menurutku adalah kode kode keras untuk dia yang begitu aku kagumi bahwa ‘Im your secret admirer’. Beberapa teman terdekatku tau dan terkejut saat aku jujur tentang apa yg telah terjadi, tentang apa yg sudah aku lakukan untuk dia. Iya karena kita memang seperti tak saling kenal saat bertemu, bahkan saling tatap pun tidak.
            Sampai salah satu dari mereka bicara seperti ini,
            “sebenernya ada dua kemungkinan ti, antara dia emg ADA HATI sama lo atau dia Cuma MANFAATIN elw ajah”
            “mungkin emang dia Cuma manfaatin gw” sambil senyum gw jawab pertanyaannya
            “terus lw rela aja gtu kalo tau Cuma dimanfaatin?”
            Dan baru kali ini gw jawab pertanyaan dengan sangat tidak logis!
            “bisa bermanfaat buat dia aja gw udah seneng, sampai saatnya dia gag butuh gw lagi, nanti juga gw lama2 lupa sama dia, kalo udah gag pernah ketemu lagi, dan gag bisa ketemu lagi lebih tepatnya”
            Heiii… gimana bisa seorang titi  rela hanya sekedar dimanfaatin, ini jatuh cinta yang macam apa coba. Bahkan untuk jatuh cinta sama yang lalu pun gw harus menghitung apa saja yg udh dia kasih buat gw, tapi untuk yang ini gag ada satupun yang gw hitung. Gw gag peduli rugi atau untung, gw hanya menikmati perasaan ini.
            Dulu gw jatuh cinta karena orang itu selalu ada buat gw, selalu siap sedia saat gw butuh dia, tapi sekarang, dia itu Cuma datang saat dia butuh gw mungkin. Gw udah sangat siap dengan segala perasaan yang sepertinya akan hambar ini. Walaupun sejujurnya gw akan selalu mengingatkan diri gue bahwa ada dua kemungkinan. ADA DUA KEMUNGKINAN.