Kenapa harus ada hitam. Kalo memang putih lbh baik
Knapa harus ada hujan. Kalo memang cerah lbh baik
Kenapa harus ada gelap.kalo terang lbh baik
Kenapa harus ada gelisah. Kalo tentram lbh baik
Kenapa harus ada sakit. Kalo sehat lbh baik
Kenapa kita ada disini d tempat ini. Kalo ada tempat lain yg lbh baik
Krn yg baik menurut kita. Bukan berarti baik untuk kita
Biar Allah yg atur segalanya. Karena Dia lah Sang Maha Baik ...
Pergi dari OGI itu yg paling berat adalah kenyataan bahwa aku akan pergi jga dari kalian
Ini menyedihkan buat aku..
Sungguh Bagaimana bisa aku melupakan kebersamaan 2 tahun terakhir ini
Yg awalny kalian bukan siapa2 dan tak berarti  apa2 sampai akhirnya saat aku merasa begitu lemah aku tau kepada kalian aku harus bersandar
Kalian lebih berarti dari setiap gebetan yg datang dan pergi
Byk pelajaran hidup dan tawa yg aku dapat dari kalian di tiap tetes raw material yg larut dalam beaker di ruang campur yg ac nya sering trouble Terimakasih kawan atas segala yg pernah kalian beri,
atas segala yg kalian pernah korbankankan
Terimakasih karena selalu jadi yang ada buat aku Terimakasih karena selalu siap menjadi yg lbh dari sekedar teman
Buat kak Ria yang selalu berkata apa adanya, yg kdg menyakitkan,  tp yaa klo g gitu aku g akan berubah sejauh ini
Terimakasih buat stiap malam yg kita habiskan untuk berbincang dr yg sakit sampai yg senang, dari masalah kantor smpe masalah hati .. Terimakasih udah sabar ngangon gue :p
Buat k esti... Yg suaranya sampe lab aplikasi aj kedengeran.. Trimakasih udh membawa gw menikmati indahnya traveling k tempat2 menakjubkan. Kita emg srg ngotot2an smpe urat kluar smua tapi ttep g bs dipisahin. Sampe akhirnya we are never ever getting back together..
Buat princess iroh sumiroh terimakasih sudah mengajarkan gw ttg arti sabar dan tegar. Ternyata perempuan cantik pun g bs hanya sekedar cantik tapi harus punya hati yg setrong kya kmu.. Tetep sabar ya indah pada waktuny :)
Buat merry jane..hhe. Mgkin kita sering gelut tapi da aku mahh tetep salut sama setiap mimpi yg kmu punya. Makan yg byk mer, jgn mkn mie+telor melulu :p
Ka dinda menye2, hhe.. Walopun suka gtu tapi aku belajar byk dr kmu. Makasih selama ini selalu mau berbagi sm aku.. Smoga lancar yaa bulan desembernya :)   
Terimakasih bgt 2 tahun terakhir ini selalu jadi yg paling ngerti aku, yg plg paham aku dan untuk segala nasihat klian yg selalu buat kebaikan gw..
Gw g akan pernah lupa....
Makasih udh mengajarkan gw cara berbeda menikmati hidup...jujur yaaa... Gw sayang bgt sma kalian semua.... Sangat sangat dan saangattt.....
Gw akan amat sgt merindukan kalian  
... Novi dan mbak wika.. Yg bbrapa bulan terakhir ini mulai meramaikan ruang campur dan hati gw.. Makasih yaaa udh mau jd pendengar keluh kesah gw... Makasih udh berbagi byk caci maki sm gw.. Gw ttip teman2 terbaik gw yaaa sm klian.
Mbak wika galau mulu ahh... Msh byk perjaka dluaran sna yuk kita move on,, hhi
Noviiiii..... Jgn galak2 bisa gag??? :p ..jdilah adik yg baik jgn merepotkan kakak2 yaa..hho  
K Nashar, mas Kaka, mas Hurry, mb Dani, mb Sani, mb Puji, uda, dan smua R&D member... Terima kasih atas kesempatan, pengalaman, ilmu dan segala hal yg kalian beri.. Gag ada kata yg mampu menggambarkan betapa berartinya kalian buat aku. Lebih dr sekedar rekan kerja... Terimakasihhh... Titi minta maaf atas segala salah dan khilaf selama ini :)


Jatuh hati itu sesederhana menemukan mata yang mampu membuat kita nyaman saat memandangnya, menemukan senyum yang mampu menghangatkan dinginnya hati dan menemukan pundak yang pas untuk menghabiskan tangis. Seperti saat aku bertemu dengan kamu yang begitu biasa saja, tapi mampu membuat aku jatuh hati.
            Tatapan mata itu awal dari segalanya, awal dari jatuh hati salah satunya. Mata yang tajam tak selamanya terasa menusuk, kadang justru menyejukkan. Senyuman sinis tak selamanya menyakitkan, kadang mengesankan. Entah apa sebenarnya jatuh hati itu, terasa absurd. Saat tiba-tiba kita tak sanggup memejamkan mata hanya karena seseorang yang baru saja hadir dalam hidup kita.
            Terasa tak wajar saat orang yang belum kita tau benar siapa dia menyentuh hati kita dan terasa tak terganti. Terasa tak seharusnya saat seseorang yang membuat kita jatuh hati begitu menghabiskan waktu.
            Tapi jatuh hati itu tetap saja terdiri dari 2 kata, jatuh dan hati. Jatuh , yang harus di garis bawahi disini adalah bahwa sanya jatuh itu mampu membuat kita terluka. Saat gravitasi bumi dan kelimbungan keseimbangan kita menarik tubuh dan membuat kita jatuh, rasanya mengagetkan, perih dan menimbulkan berbagai sensasi.
            Jadi saat kita senyum2 karena jatuh hati, saat kita merasa dunia amat indah saat jatuh hati, saat kita merasa segalanya jadi terasa menarik saat jatuh hati, saat kita lupa bagaimana caranya menangis saat jatuh hati, kita harus ingat bahwa kita harus bersiap juga untuk sakit, meringis dan menahan perihnya luka karena terjatuh.
           


Pertama jumpa adalah saat tangan berjabat, senyum mengembang dan mata saling tatap. Terasa amat biasa, perkenalan yang singkat, tatapan yang singkat dan senyum yang sederhana. Hari itu kita tak ada jejak rasa sedikit pun, kamu tampak begitu biasa aku benar tak menyangka akan berakhir seperti ini.
            Disaat teman-teman ku mengelukan nama mu, aku masih berfikir apa yang membuat mereka menggilai kamu. Disaat mata mereka berbinar memandangmu aku masih bertanya apa yang membuatmu begitu menarik untuk mereka. Saat wajah mereka memerah saat berjabat tangan sama kamu aku bahkan masih tidak bisa mengerti kenapa kamu begitu banyak mencuri perhatian mereka.
            Hari itu aku mulai berbincang denganmu, dengan alasan mencari seribu alasan mengapa mereka begitu memuji mu. Dan satu yang aku tahu hari itu, kamu begitu dingin, hambar dan tak menarik. Sungguh aku semakin tak mengerti kenapa.
            Sampai suatu hari saat kamu mulai menjadi bagian dari kami, saat dalam diam aku sering memergoki mata coklatmu sedang memandang ke arahku. Aku semakin penasaran ada apa dengan kamu, kenapa kamu begitu dingin, dan mengapa kamu begitu tertutup. Kamu itu seperti bingkisan kado yang indah, tak terlihat, tak menarik bagiku hanya membuat aku penasaran ingin membukanya.
            Suatu sore akhirnya aku berkesempatan berjalan berdua denganmu, dan berteduh di deras hujan kota Bogor. Yang disana hanya ada kita, aku dan kamu. Akhirnya aku mencba untuk berbagi denganmu, karena menurutku dalam diam mu tak mungkin rahasia ku akan menyebar. Aku mulai berani jujur tentang aku, teori ku saat kita ingin tahu tentang seseorang adalah dengan membuat orang tersebut merasa kita amat percaya padanya.
            Benar saja, hari itu adalah hari pertama aku mendengar kamu berbicara lebih banyak dari biasanya. Hari itu kamu membagi semuanya tentang kamu pada ku, hari itu aku tau apa yang membuatmu begitu dingin. Hari itu aku tau semua tentang kamu, semua yang aku tahu tak ada satu orang pun yang tau.
            Saat aku dan kamu mulai menjadi kita, aku mulai merasa kamu begitu menarik. Kisahmu begitu pahit, tapi senyumanmu menyembunyikan semuanya. Saat kamu selalu ada untuk aku, saat aku tau kemana aku harus menangis, saat itu aku yakin aku mulai jatuh ke tatapan, senyuman dan tawamu.
            Kamu yang begitu hambar, dingin dan tak menarik tiba-tiba jadi seseorang yang begitu menyenangkan untuk ku. Iyah, hanya untuk aku. Kamu masih terlihat hambar saat dengan yang lain. Tapi saat kamu di hadapanku kamu begitu berubah, senyum mu lebih sering mengembang tawamu lebih sering pecah. Semua orang heran, semua yang selalu menggilai kamu mulai merasa kamu berubah. Kamu menjadi orang yang sangat menyenangkan untuk aku, kamu berbicara banyak, kamu tertawa lepas kamu sangat menarik.
            Sampai suatu saat teman-temanku menjauh, kata mereka aku merebutmu dari mereka. Tatapan mereka sinis untuk kita, mereka membenci ku, tapi entah aku tak peduli untuk semua itu. Aku bahagia kamu selalu ada untuk aku, kamu selalu merubah tangisku menjadi senyuman. Aku tak pernah merasa bersalah, kamu bukan milik siapa-siapa, aku merasa tak bersalah membuat kamu selalu ada untuk aku. Tak pernah ada yang meminta, aku dan kamu menjadi kita.
            Saat aku merasa benar-benar sendirian kamu selalu membuat aku merasa tak pernah sendiri. Kamu hadir saat aku nyaris meneteskan air mata, kamu tau kemana harus membawa ku untuk melihat ku tersenyum. Kamu selalu ada untuk ku di saat-saat tersulitku, saat aku patah hati, saat teman-teman mengkhianatiku dan saat aku merasa tak sanggup. Bagaimana bisa aku tak jatuh hati padamu, bagaimana bisa aku tak mencintai kamu, perempuan mana yang bisa tak jatuh dan terhuyung-huyung dalam cinta saat mereka menjadi aku.
            Ya, kawan, teman, sahabat sebutan apapun untuk kita yang harus kamu tau aku menyayangi kamu untuk lebih dari semuanya. Mungkin kamu tak pernah tau, bahkan sampai hari ini, saat jarak dan waktu memisahkan, saat obrolan-obrolan di pesan singkat terasa asing, kamu masih belum tahu sebesar apa aku menyayangimu temanku. Yah.. hanya teman, kenyataan yang masih sulit untuk ku terima sampai hari ini.


Kehidupan dan segala hal yang ada di dalamnya sesungguhnya adalah  sebuah sekolah, untuk yang mau belajar, untuk yang mau mengambil hikmah dan untuk yang mau bersyukur. Banyak hikmah yang bisa diambil dibalik segala cobaan yang Allah berikan, dibalik segala yang kita lihat, dengar dan rasakan.

Setiap tetes keringat yang keluar karena rasa lelah, sesungguhnya bisa berubah dengan peluh syukur saat kita meniatkannya untuk ibadah di jalanNya. Saat segala tutur yang keluar dijaga dengan baik, sesungguhnya kita telah menjaga kehormatan diri dan keluarga.

Terkadang kita lalai atas segala hal tersebut diatas. Terkadang rasa angkuh merasuk jiwa, rasa dendam mengotori hati dan rasa iri meracuni diri. Memang kita adalah manusia yang tak pernah luput dari segala khilaf dan dosa. Memang sudah kodrat kita seperti itu, tapi bukan berarti kita tidak bisa berusaha untuk menjaga diri ini dari segala khilaf dan dosa dengan cara selalu mengingatNya, dengan selalu tersadar dengan sepenuhnya bahwa segala yang kita lakukan diawasi, dan dilihat olehNya.

Allah itu Maha Segalanya, apa yang mau kita sombongkan dari diri ini. Tubuh ini tak lebih besar dari butiran debu dibanding dengan luasnya ciptaanNya. Jika boleh ada yang sombong, hanyalah Dia yang pantas. Segalanya hanyalah titipan yang harus kita jaga dan rawat dengan baik.

Dunia ini hanya tempat bersinggah, dan di akhirat nanti yang kekal abadi selamanya. Buat apa kita sombongkan segala yang kita miliki hari ini. Tulisan ini bukan untuk menghakimi siapapun, tulisan ini untuk aku, untuk mengingatkan diriku sendiri. 

Aku ini jauh dari sempurna, masih sangat jauh dari taat, masih sangat jauh dari solihah, masih terus belajar menuju dienNya, masih terus berusaha mendapat Ridhonya. Aku ini hanya yang penuh khilaf, penuh dosa, aku masih sangat jauh dari kata alim. Aku menulis ini hanya untuk mengingat kan diri yang lemah yang terlau sering lalai, terlalu sering berdosa, yang masing sering mengotori mata, hati dan pikiran.
Ini berawal dari mata kuliah Ekonomi Teknik hari ini, karena modulnya kurang akhirnya mata kuliah ini berubah menjadi sesi perenungan diri yang dibawakan oleh dosen sekaligus motivator Donna Imelda :)

Pembicaraaan berawal dari pembahasan tentang Depresiasi (aset akan berkurang nilainya setiap tahun) jadi melebar ke .. "Mau jadi apa kita 5 tahun ke depan?"



Pertanyaan itu cukup membuat gue terhenyak, entah kenapa jadi tiba-tiba merasa begitu berdosa saat sadar umur sudah semakin tua dan gue belum jadi apa-apa dan siapa-siapa. Merasa begitu menyedihkan saat sadar gue belum melakukan apa-apa untuk membuat gue menjadi sesuatu dari tujuan hidup gue.

Jadi tiba2 merenung dan berfikir keras apa yang harus gw lakukan sekarang, sehingga gw g akan menyesal di 5 tahun ke depan. Waktu terus berjalan, waktu gag bisa nunggu dan gw harus doing something untuk sekedar menjadi sesuatu yang lebih baik. Gw harus punya perncanaan untuk menjadi lebih matang, lebih berisi dan lebih jelas.

Gw rasa di umur 23tahun ini sudah bukan saatnya mencari jati diri. Gw toh sudah menemukan siapa dan bagaimana jati diri gw. Yang perlu dilakukan sekarang adalah berubah, dari sekedar hanya penikmat hidup menjadi seorang perencana, pembangun dan pewujud impian2 di dalam kehidupan ini.

Dulu gw sering berbagi impian bersama sahabat2 yang belum lama ini akhirnya kita berhasil bertemu....






Mereka adalah saksi2 hidup gw dan ikrar dari impian2 gw saat itu, tiba2 gw menjadi sadar bahwa belum ada impian lain yang terelisasikan kecuali lulus kuliah dari AKA dan bekerja yang mampu gw wujudkan. Pertemuan dengan mereka membuat gw terpecut gw harusnya sudah berubah, bukan akan berubah lagi.

Bu Donna hari ini mengingatkan gw kan impian2 gw yang selama ini gw pendam dan gag perai gw tengok. Bu Donna hari ini menyadarkan gw bahwa gw harus ketemu lagi sama mereka dengan keadaan yang berbeda, dengan perubahan2 nyata ke arah yang lebih baik.

Kawan... Gw sekarang sedang merancang dan menggabungkan serpihan2 impian yang tercecer di tiap sakit yang kita alami bersama. Sekarang gw mencoba bangkit dari segala yang hanya gw nikmati menjadi segala yang harus gw perjuangkan :)

Success is a MUST ...
Hari itu tanggal 27 september 2013, hari yang sudah teramat di nanti oleh aku dan sahabatku kak esti dan satu additional friend mbak herlina. Mungkin akan jauh lebih seru kalo kita bisa ramean, cuma yang lain berhalangan dan hanya kita bertiga yang jadi berlayar.
jumat sore seperti biasa aku sibuk mencari tebengan pulang, tapi kali ini tidak sendiri aku ditemani 2 kawanku yang berencana menginap semalam di rumah. Akhirnya kita berhasil nebeng mbak anggun, marketing ogawa beranak 1 yang baik hati, makasih mbak anggun tebengannya. kita dengan heboh turun d gerbang toll cikunir, dan entah kenapa hari ini karawang-cikunir terasa begitu lancar.

kita lanjut ke pasar rebo dengan bis ac primajasa, bandung-lebak bulus. Jam 7 kurang kita udah sampe ps.rebo, dan lanjut naik angkot t 11 k rumah.
sampe rumah mbak herlina ngiler sop buah di mekarsari, dan aku sama k esti juga skalian ambil uang di atm. setelah capek2 cari makanan, aku pulang k rumah dan siap makan, sampai akhirnya kita baru sadar kita harus ganti lampu kamar ku yag putus. ini konyol, malam itu dg sigap mbak herlina yg badannya lebih tinggi dari aku mencoba mengganti lampu kamar dan alhasil selain lampu kamar ku putus, calon lampu baru pun pecah di genggaman mbak herlina. rasanya saat itu aku dan k esti tak bisa menahan tawa, saat menyadari mbak herlina terlalu kuat menggenggamnya.

udah jam 10 mlm dan aku baru sadar, kita masih belum tau harus berangkat naik apa dari sini bsok pagi. akhirnya kita bertiga memesan taksi buat besok pagi. jam setengah 4 pagi kita udah siap, taksi dateng jam 4. dan kita cuss menuju stasiun ui buat naik kereta paling pagi menuju kota.

dan pagi2 kita udah dibuat dongkol sama argo taksi yang cma 25 ribu, tapi ada minimum pembayaran 40 ribu.. arghhh kita langsung amat merasa dirugikan. budget belum2 udah bengkak, dengan muka bete maksimal kita beli tiket di loket st ui, disini kita menerima kabar gembira, ternyata harga tiket jauh lebih murah dari perkiraan kami.

dan kita bertiga jadi penumpang pertama di st ui. Tapi sungguh tidak disangka, ternyata sudah jalan sepagi itu pun kita masih gag dapet tempat duduk di KRL. Turun kereta kita bertiga sibuk cari mushola, kita bertiga selayaknya orang bingung yang keluar masuk2 stasiun kota, fix kita tersesat bahkan disaat cuma nyari Musholla stasiun ada dimana. Selesai solat kita lanjut meluncur ke Muara angke. Sempet berfikir buat naik angkot, rencana kita pingin naik taksi tapi kita masi trauma sam kejadian tadi pagi. Akhirnya kita putuskan buat naik bajaj... Ini pun karena bujuk rayu si bapak bajaj. Kita bertiga yang punya badan size L-XL naik bajaj 1 ber3. Kalian bisa bayangkan bagaimana sesaknya bajaj itu, tapi karena urusan biaya dan paksaan beserta keyakinan yang si bapak bajaj tanamkan akhirnya sampailah kita di Muara Angke dengan selamat dengan bajaj yang selap selip sana sini, sungguh membanggakan performa bajaj yang satu ini, gw sangat anjurkan kalian buat naik bajaj dari stasiun Kota- Muara angke yang hanya seharga 30000 saja.

Sampailah kita di Muara Angke yang bau amis banget, dan kita dengan sigap langsung cari kapal nelayan menuju Tidung. Awanya kita terjebak oleh bujuk rayu seorang bapak2 yang menggiring kita ke perahu kosong, untungnya kita cerdas mau berangkat jam berapa kalo perahu nya aja masih kosong. Akhirnya kita berhasil melarikan diri buat pindah ke perahu yang lebih penuh. Sampailah kita ke satu perahu yang udah penuh, dan itupun kita masih nunggu sekita 30 menit sampai perahu jalan. Saat perahu besar mulai melepas tambatan hatinya dr pelabuhan, ehh maksudnya tambatan talinya. kita mulai mencari posisi se enak mungkin buat TIDUR.....

Entah apa yang terjadi di perjalan, tiba2 kita sampai Tidung. dan Tidung itu indah....
Mata yang masih belekan langsung melek ngeliat tempat secantik ini di ibu kota. Sangat menawan mata. Panas luar biasa pulau ini, sampai di dermaga kita langsung di jemput sama ibu2 penginapan baik hati. Sampailah kita di penginapan seharga 250000 yang udah kita booking dari jauh2 hari, saran gw kalo ke Tidung mendingan kalian booking dari jauh2 hari apalagi kalo mau liburan di weekend kaya gw sekarang. Sebenernya ini tempat terlalu lega kalo cuma buat bertiga, jadi bentuknya kaya rumah petak gitu, yang depan isinya kasur yang di gelar di bawah beserta tipi da AC yang nampol dinginnya, ruang tengah isinya kasur gede dan rungan terakhir adalah kamar mandi. Diluar panas sekali maklum jam 11 siang, kita putuskan buat istirahat dlu dan akirnya kita melanjutkan tidur yang tertunda di kapal tadi dengan kondisi lebih nyaman dengan ruangan berAC maksimal.

Keasyikan tidur alhasil kita malas buat beranjak keluar mengingat betapa panas udara di luar. Dengan semangat yang dipaksakan hadir kita mencoba beranjak dan mengambil sepeda sewaan kita yang seharga 15000. Dan ternyata .... Mbak Herlina gag bisa naik sepeda donk, gw mencoba sekuat tenaga membonceng dirinya tapi apa daya aku tak kuasa. Maap yahh mbak.... Untungnya kak Esti kuat :)

Dengan penuh semangat kita mengayuh sepeda menuju jembatan cinta yang ternama itu, dan akhirnya kita sampaiii....








Setelah lelah jeprat jepret kita memutuskan buat memulai snorkling.....




Gaya kita kaya yang udah jago gitu kan :) ... padahal satu pun dari kita belum ada yang pernah tau apa itu snorkling. Oia kita menyewa alat snorkling dari si ibu penginapan seharga 25000, itu murah loh karena kalo di jembatan cinta kita ditawarin 35000, si ibu baik hati yahh :)

Kita juga gag lupa buat sewa camera underwater buat mengabadikan moment pertama kali snorkling ini seharga 75000 kalo gag salah, itu udah di CDin gtu lah pokoknya. Karena kita cuma bertiga maka kita gag sanggup buat sewa perahu, akhirnya kita mencari spot snorkling di sekitar jembatan cinta, di deket2 pohon tembakau gitu. Dan buat mencapai spot yang kira2 ada 500m dari bibir pantai itu kita putuskan untuk jalan kaki dengan kaki kodok itu dicampur sedikit berenang kecipak kecipik (oia kita bertiga gag ada yang bisa berenang). Baru 1/4 perjalanan mbak Herlina menyerah dan balik ke pantai, gw dan Kak Esti meneruskan perjalanan dengan penuh semangat. Perjuangan kita gag sia2 karena view di sekitar pohon bakau itu keren banget, asli lah gag nyesel. 

Selesai snorkling kita juga gag lupa buat ngerasain sensasi naik banana boat yang seharga 20000/orang, murah ya (kalo di Bali gag akan dapet harga segitu). Dan bener aja itu yang namanya beban2 dihati lepas semua, plong banget rasanya teriak2 di tengah lautan lepas. Ini yang namanya melepas penat dengan mendekat pada alam. 

Gag kerasa udah jam 5an, sebentar lagi matahari tenggelam dan perut juga gag tahan lapernya. Kita bertiga balik ke penginapan dengan sepeda ontel sewaan, tapi belum sampai penginapan kita dapet tempat yang asik buat akan sekaligus menikmati matahari tenggelam. Akhirnya kita pesen nasi sayur asem sama ayam goreng dan air mineralnya semuanya 10500, masih terjnagkau kan...

Ini ceritanya catching sunset, tapi ternyta sunset di Tidung biasa banget ....








Oia perjalan sepedaan, makan dan catching sunset ini dilakukan dengan kondisi basah kuyup pulang dari banana boat an. Jadi harap maklum dengan penampakan2 gambar basah kuyup diatas :)

Sampai penginapan kita mandi, nonton tipi, laper, makan dan saat malam datang kita pergi ke belakang penginapan yang adalah pantai.. kita sempet nontonin bintang yang bertaburan, tapi gag lama juga sih gara2 ada mas2 yang ngajak kenalan, terus kita takut, terus kita pulang, terus kita nonton Miss World di tipi, trus kita tidur dehhhh....... hahahahaha.

Pagi2 banget kita bangun bauat semacam catching sunrise gitu, tapi ternyta kita kesiangan dan matahari nya udah keburu keluar. lagian kayanya gag bisa juga sihh catching sunrise di pantai, gag akan bagus2 amat. Akhirnya kita malah foto2 lagi di jembatan cinta, dan main2 ke tidung kecil ...













Selesai menyusuri tidung kecil kita nyari gorengan, dibawa ke penginapan, masak mie dan MAKAN... selesai makan kita beres2 buat pulang, mandi dan pulang. Selamat tinggal pulau Tidung yang manis.... Sebagai orang yang baru pengen ngerasain backpackeran tidung lumayan ramah dan murah.





Sekitar jam setengah 5 sore akhirnya kita sampai di rumah sosis depan BNS, kita udah janjian sama bapak2  Darmo homestay. Setelah menunggu sekita 5 menit akhirnya dateng mobil carry yg bertuliskan Darmo homestay yang mengantar kita ke penginapan. Kita udah reservasi penginapan dari H-1 keberangkatan dari jakarta berbekal pengetahuan dari blog walking.
Jujur saja baru kali ini sepanjang perjalanan trip, gw merasakan tercengang melihat penginapan yang kita dapat. Baru kali ini juga kita dapat penginapan jauh di atas ekspektasi gw, bayangan gw penginapan ga akan senyaman ini, pokoknya recomended pake banget nih penginapan. Wajib banget nginep disini kalo kalian ke kota Batu.

Penginapan nya bersih banget, fasilitasnya satu bed besar, meja, lemari kecil, TV, kamar mandi dalam (shower air panas+anduk+sikat gigi+odol+sabun) ditambah lagi kita disediain galon panas dingin+kopi+teh+gula+susu tinggal seduh aja, karena kita bertiga disediain juga 3 bungkus pop mie dan pas pagi sekitar jam setengah 7 kita dianterin 1 teko susu murni anget, satu lagi plus2 wifi yang kenceng bgt, surga bgt deh nih tempat. Dan kalian mau tau berapa chargenya semalam??   Cuma 150000/kamar. Karena kita bertiga jadi dibagi 3 deh bayarnya dan tanpa ada biaya tambahan. Ini gw kasih contact darmo home stay, dengan pak yoga di 081333477449 atau bisa langsung nengok webnya di http://darmohomestaykotabatu.blogspot.com semuanga lengkap kok disitu.

Badan rasanya cenat cenut akhirnya kita tidur2an cantik dulu sambil wifi an buat cek jarak tempat yang mw kita kunjungin dari penginapan. Sekitar jam 6an gw mulai bergegas mandi, gerakan diikuti oleh k2 kawan gw. Selesai mandi kita malah gegulingan lagi di kasur, gini nihh susahnya kalo dapet penginapan yang kebagusan.. (jadi inget waktu di Tidung). Ditambah cuaca di luar yang gerimis2 mengundang, pokoknya bikin males keluar deh. Akhirnya dengan segenap tenaga dan upaya kita bisa bangkit dari kasur empuk dan bergerak buat minjem payung ke bapak2 darmo homestay.

Ditemani rintik hujan kita berjalan kaki ke BNS, yahh betul ini adalah tujuan pertama kita malam ini. Kita bergerak dari penginapan sekitar jam setengah 8 malam. Masuk lah kita ke BNS dengan  tiket seharga 25000 di hari kerja, tempat nongkrong anakn batu keren bingits bro.. aisshh mantab lahh pokoknya

Akhirnya .... BNS we coming...


Pertama sampai BNS kita langsung  ke foodcourtnya di karenakan perut yang keroncongan luar biasa. Terakhir makan tadi jam 3 sore, dan cuman makan sepiring  Tahu campur yang porsinya gag seberapa. Sampai di foodcourtnya kita langsung nyari makanan enak, maklum beberapa hari terakhir ini kita bolak balik makan pecel-rawon-pecel-baso kurang gimana gitu. Di foodcout ada lebih dari 30 counter mkanan, dan mata kita tertuju pada counter Iga Bakar Penyet yang menggiurkan. Akhirnya kita bertiga langsung pesen menu yang sama, dan disinilah kita mulai norak, ternyata kita gag bisa bayar kaya biasa kita harus deposit dlu di kasir terpadu foodcout gtu terus nanti kita dikasih kartu semacam credit card buat digesek di mesin yang ada ditiap counter, yahh semacam makan di MTA gtu lahh.. keren yahh malang, hahahaha.
Sambil cari bangku yang pewe kita terpikat sama seonggok tahu petis seharga 10000 saja, beginih penampakannya ...
tahu petis yang juara

Iga Bakar yang sudah ludes tak bersisa

Oia, Iga bakar penyet kita itu kita beli seharga 23000. Tapi gag sesuai gambar sih, penampakannya porsinya keliatan banyak, tapi pas dateng ternyata iga nya kecil. Tapi itu sambelnya asli nampol banget, oia pas kita nunggu iga penyetnya dateng, sekitar jam setengah 9 kita dikagetkan sama pertunjukan air mancur menari yang asli keren banget. Amazing deh kota batu punya tempat hiburan yang bener2 spektakuler kaya gini... 2 jempol buat kota batu. Gw sempet mengabadikan sedikit pas air mancur menarinya beraksi..

ini lebih keren kalo diliat langsung


Amazing banget lah itu, ini food court berhasil bikin kita bertiga betah berlama2 duduk disini, selesai air mancur menari kita disuguhi sama penari cilik yang lenggak lenggok ayu diatas panggung, setelah itu kita ditemani penyanyi kafe yang aduhai jazzy bgt lagu2 malam itu. Kalo kalian ke BNS mampirlah ke food courtnya dan saran gw dateng sekitar jam setengah 9 malam biar bisa menikmati pertunjukan air mancur menarinya 

Setelah puas duduk cantik kita mulai beranjak ke taman lampion yang masih di dlm kawasan BNS. Agak kecewa juga sih pas tau ternyata masuk taman lampionya harus bayar lagi 12500/orang. Tapi asli deh gag nyesel, tempatnya keren dan amazing bgt deh pokoknya. Cuma kayanya agak menyedihkan gitu sihh kalo g sama pasangan, rasanya next time boleh bgt kesini lagi sama pasangan. Tempatnya romantis abis ....

gelang masuk lampion garden, bukan gelang persahabatan loh








Romantis banget pokoknya si lampion garden itu, agak nyes juga sebagai jojoba kalo dateng kesana. Pemandangan orang pacaran hampir ada di tiap sudut taman ini, rasanya pingin balik lagi sama suami nanti (kalo udah punya J).  Keluar dari lampion garden kita bertiga sempetin ke rumah kaca yang kaya semacam labirin gitu, terus muter2 BNS sebentar dan langsung cabut keluar. Sebenernya ada banyak wahana kaya semacam mainan2 di dufan gitu, ada cinema 4D juga, ada rumah hantu, bahkan diskotik gtu juga ada, tapi rasanya uang kita bukan untuk masuk wahana2 itu, yang semacam itu mah juga banyak di Jakarta.

Rencana nya kita mau langsung balik ke penginapan, tapi kita tergiur sama tawaran abang ojek buat nyoba main ke alun2 kota batu malang (itu loh yang ada kamar mandi apelnya). Berhubung gw emg udah niat bgt buat foto di depan kamar mandi apel akhirnya sekitar jam setengah 11 malam kita naik ojek langsung cuss ke alun2. Kita pake 2 ojek yang masing2 kita bayar 10000, gw sm dian melakukan adegan cabe2an dengan naik motor ber3 sama abg ojeknya. Ini adalah azas pengiritan yang selalu kita lakukan di tiap langkah perjalanan kita. Sampai sana gw membayangkan hanya kan menenemukan alun2 semacam di kota lain yang isinya Cuma lapangan bola kosong  yang diinggir2nya ada tukang jualan. Tapi ternyta beda bgt, alun2 kota batu keren konsepnya lebih mirip taman hiburan ada bianglala besar, ada 3 air mancur dan ada banya lampion2 cantik plus full musik yang dis setel di pusat informasi yang gedungnya berbentuk strawberry. Dan yang terpenting alun2 batu bersih banget, beda bgt sama laun2 kota pada umumnya. Akhirnya gw menyempatkan buat foto2 di tengah kegelapan malam di alun2 cantik ini





Nah gambar yang terakhir adalah penampakan dari ketan keju coklat, sebenernya agak aneh yahh diliat dari komposisinya. Tapi dijamin deh gag nyesel beli sepiring menu ini di pos ketan deket alun2 batu. Tempat ini rame banget, padahal kita kesana hari biasa. Perpaduan antara ketan, keju dan coklatnya tuh pas banget di lidah gw. Tempat ini adalah salah satu tempat yang harus di datengin kalo kalian ke Malang, semacam tempat nongkrongnya anak2 malang gtu kayanya mah. Seporsi ketan itu harganya Cuma 7000 dan gw mesen segelas teh jahe madu yang anget2 gimana gitu ditenggorokan yang harganya kalo gag salah Cuma 3000.

Ada kejadian lucu disini, setelah selesai makan kita memutuskan buat balik ke kosan karena hari sudah malam. Kita mulai melangkah meninggalkan pos ketan buat nyari tukang ojek. Tapi setelah kita muterin alun2 kota batu yang lumayan luas dan berhasil bikin kaki kita pegel, kita tak kunjung menemukan apa yang kita cari. Rasanya mulai putus asa, apalagi wktu lihat jam sudah menunjukan jam 1 pagi. Kita akhirnya memutuskan buat ke kantor polisi di deket alun2 berharap ketemu pak polisi dan mau minta anter pulang ke penginapan, tapi kita hrus menelan kecewa saat menemukan kalo pos polisi isinya Cuma bapak2 polisi yang sibuk tidur. Kita bertiga hampir putus asa, dengan langkah maju mundur maju mundur akhirnya kita memberanikan diri buat nanya ke tukang taksi wisata batu. Tadinya udah jiper aja takut mahal, tapi ternyata kita Cuma di tarik 25000 buat dianter sampe penginapan. Akhirnya kita pulang ke Darmo Homestay dengan selamat tanpa kurang suatu apapun, alhamdulillah.

Rabu, 14 mei 2014

Kebetulan gw lagi gag solat, jam 7 pagi gw baru bangun dan ternyata ke dua temen gw lebih parah malah mereka belum bangun. Bangun tidur gw gag langsung beranjak dari kasur gw berleha-leha cantik dulu di kasur.

Perut gw mulai keracak kerucuk gag jelas, laper. Tapi males bgt rasanya mau keluar, gw cari remote tv dan waktu gw nyetel tv temen2 gw akhirnya bangun juga. Waktu kita lagi asik2 nonton tv terdengar suara kerasak kerusuk dari depan kamar, ternyta ada bapak2 yang naro susu anget di teras penginapan. Dengan penuh semangat Dian keluar buat ngambil susu anget itu. Selesai minum susu kegiatan dilanjutkan dengan nyeduh popmie bersama yang di tutup dengan acara makan pop mie bersama. Selesai makan kita gantian mandi, selesai mandi kita dandan cantik deh buat lanjut perjalan buat metik apel di Desa Punten.  (sebenernya pada pagi ini yang mandi Cuma K Esti sih, Cuma gw ttp wangi donk dengan semprotan parfume sana sini)

Kita bertiga memutuskan buat minta anter sama bapak Darmo untuk ke kebun apel, karena menurut tukang ojek yang kemarin tempat apel itu lumayan jauh. Akhirnya kita menyewa jemputan Darmo buat ke kebun apel sama alun2 kota batu, jemputannya 50000/mobil jadi ongkosnya kita bagi 3. Dan kita baru sadar kalo mobil carry darmo homestay tuh keren loh, lihat aja nih...



Sampai lah kita di daerah tertinggi kota batu, disini udaranya mirip kaya di puncak dan peandangannya juga gag kalah keren sama puncak. Disana kita diantar buat ke perkebunan apael punya mas Rony, disana kita dijelasin ini itu tentang apel Malang. Oia wisata apel ini harganya 20000 dan kita bisa makan apel sepuasnya. Tapi ternyata makan apel sepuasnya juga gag bisa banya2 karena apel itu kan keras, makanya wktu di kebun aku lebih suka makan apel anai yang lebih empuk walaupun agal lebih asem. Di kebun apel ini gw diajarin cara milih apel yang mateng di pohon dan dijelasin banyak banget tentang jenis2 apel yang di tanam di kebun itu. Gw berhasil melibas 7 buah apel2 besar, yah setara sama 1kg apel lahh... gag rugi2 amat lah. Dan gw langsung menggunakan keahlian baru gw sebagai pemetik apel dengan membungkus 2kg apel buat dibawa pulang. Kalo mau ambil apel disini buat dibawa pulang, hargaya 20000/kg. Ini gw kasih oleh2 foto2 gw kebun apel...





Puas petik apel dan selfie sama apel di pohon kita sempetin juga buat main2 di kebun wortel yang cantik bgt. Terus lanjut ngeborong oleh2 di tempat yang sama, saran gw jangan beli di dalam kebun, harganya lebih mahal. Kalo mau beli oleh2 mendingan di parkiran, nanti ada mas2 yang menjual oleh2 dengan harga yang lebih miring. Selesai beli oleh2 kita langsung menuju alun2 batu karena pnasaran pengen foto di kamar mandi apel pas lagi terang benderang, kemaren malem mah kita sangat kekurangan cahaya pas foto2. Ternyata kita gag cuman foto2 tapi kita juga beli cilok seharga 5000 yang dapetnya seabreg-abreg. Selesai narsi2 di alun2 kita langsung cuss ke penginapan. Ini foto2 kita di alun2 di siang hari..... 

akhirnya ini kamar mandi apel jelas penampakannya

ini versi terang dari foto semalem

ini alun2 loh, keren yah

ini adalah cilok 5000
 Setelah lelah2an di alun2 kita pulang ke penginapan, madi dan langsung cuss ke stasiun malang kota baru tempat kita tiba di hari senin tanggal 11 kemarin. kereta kita jam 4 sore tapi karena kahawatir ketinggalan kereta, kita berangkat dari penginapan jam setengah 1 siang. ternyata kita sangat ke siangan, jam 2 kita udah sampe stasiun dan udah stand by. Tapi gpp lah yang penting gag telat, perjaan kita berakhir di kota cantik ini. Selamat tinggal Malang... semoga cepet bisa balik lagi. Aminn ... :)

bye2 malang, hope so will come back there

ini adalah ransel yang beranak pinak

detik2 terakhir di dtasiun kota baru Malang