Seuntai Senyuman Itu


Ditengah kecewa selalu ada setitik hikmah yang bisa diambil. Termasuk saat aku kehilangan seseorang yang mulai terasa begitu berarti.
Dunia seakan tak pernah tau dan bahkan tak pernah sedikit pun menyadari, bahwa aku disini pernah begitu menginginkn dan mencintai dia. Begitu berbeda caranya mengambil dan memapah hati yang rapuh ini, matanya menyejukkan dan seuntai senyumannya begitu menguatkan.

Dia terlalu jauh masuk ke ruang2 hati ini, terlalu jauh bahkan kini menyulitkan ku untuk memberinya jalan keluar. Hari-hari bersama dirinya selalu terasa begitu nyaman, selalu kurasa ada getaran aneh saat dia memandang ke arah ku.

Rasa saat ada di dekatnya begitu sulit untuk dijelaskan. Awalnya aku tak pernah sekalipun mempercayainya, dia terlihat begitu flamboyan dan tatapannya begitu gombal. Tapi entah sejak kapan aku mulai menjadi penikmat setiap racikan kalimat yang dia keluarkan dari bibirnya, entah sejak kapan aku menjadi pengagum tawa lepasnya dan entah sudah berapa lama wajahnya begitu terasa nyata bahkan saat dia tidak di dekat ku. Entah sejak kapan aku mulai mengakui dia terasa berarti.
dan saat perasaan ini mulai menjadi, tiba2 ada sesuatu yang memaksa ku untuk pergi. Pergi dari dia dan segala rutinitas bersamanya, awalnya terasa begitu berat dan sakit. Tapi aku yakin ini yang terbaik untuk ku, perlahan aku pun pergi menjauh.
dan masih sangat teringat jelas semua yang biasa kulewati bersama nya. Aku tak mampu menahan senyuman yang mengembang saat kulihat rintik hujan di balik jendela. Terasa jelas dan sesak, aku begitu merindukannya. Tapi aku tak mungkin lagi bisa bertemu, sudah tak ada alasan lagi. Tak mampu aku menahan senyuman saat aku teringat dia berteduh di bawah gubuk itu, dia terlihat begitu asing saat itu. Hujan selalu memberi 1001 alasan untuk kita bersama lebih lama dan membuat aku jauh masuk k kehidupannya.

tapi kini, aku menikmati rintik ini sendiri.. tanpa dia dan seuntai senyumnya.. tanpa dia dan segelak tawanya .. dan hujan kini terasa begitu berbeda.
Keegoan dalam diri ini memang tak ingin pergi dari hari2 indah yang biasa aku lewati. Tapi logika harus banya ikut campur disini, maaf aku tak bisa lagi terus bersama dengan dia. Memang tidak semua yang kita inginkan harus benar kita miliki, terkadang kegagalan untuk memiliki, membuat kita tersadar bahwa Allah punya kuasa penuh bahkan atas segala rencana indah dan usaha keras kita.  Aku disini, mungkin tak mampu lagi melihat hangatnya seuntai sennyuman itu, tapi aku tak pernah letih untuk berdoa, semoga kau mampu terus memberi seuntai senyuman yang menenangkan itu untuk semua yang begitu menyayangimu. 

0 comments:

Posting Komentar